Warga Bat Pawang Terpaksa Sulap Kandang Ayam Jadi

Warga Bat Pawang Terpaksa Sulap Kandang Ayam Jadi "Pos Pengungsian"

SRUpdate, Kabar Bencana, Lombok Utara (28/8) Pak Murjaya tak pernah menyangka bahwa kandang ayam yang ia bangun untuk usaha ternaknya kini telah berubah menjadi "Rumah" tempat berlindung bagi ia dan ke-26 warga lainnya.

Warga Dusun Bat Pawang, Desa Sesait ini baru saja membangun kandang ayamnya beberapa lama setelah bulan puasa berakhir. Usaha ayam ternaknya telah dua kali panen. 

Namun, gempa bumi yang melanda Lombok pada 29 Juli 2018 lalu merubah semuanya. Ia dan 8 Kepala keluarga lainnya memutuskan untuk pindah memboyong anggota keluarganya untuk tinggal di kandang ayamnya, hingga kini.


 Kandang ayam Pak Murjaya yang berubah menjadi Rumah



"Kami terpaksa tinggal di kandang ayam. Karena sudah gak tahu harus tinggal dimana. Bantuan tenda dan terpal juga belum dapat" Ungkapnya kepada Sekolah Relawan. 

Kandang ayam seluas 3mx10m ini kini menjadi tempat berlindung bagi 27 jiwa. Bau dan gatal-gatal, itulah yang seringkali mereka keluhkan. Tinggal di kandang ayam tentu bukanlah sebuah pilihan, tapi kondisi mendesak dan keadaan daruratlah yang membuat mereka harus bertahan. 

"Banyak yang merasa gatal-gatal dan bau. Meksipun ayamnya sudah panen, tapi masih terasa menyengat baunya" Ungkap Murjaya.


Murjaya bersama Tim Sekolah Relawan di Depan  "Rumah"nya


Panji salah satu anak yang tinggal di kandang ayam pun mengakui bahwa ia dan keluarganya hidup bersama di dalam kandang tersebut. Namun, kepolosan dan keceriaan seorang anak- anak membuatnya sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi sedih atau malu.

"Kamu tinggal didalamnya dek?" Tanya Tim Sekolah Relawan

"Iya kak" jawabnya tersenyum

" Betah nggak?" 

"Betah hehe" katanya polos.

Kondisi panji di depan rumah sementaranya

Mereka memang tinggal di dalam sebuah kandang, namun kebersamaan dan kehangatan yang terjadi di tengah para penyintas membuat kandang ayam terasa seperti "Rumah" yang sesungguhnya. 

Pada Selasa pagi 28 Agustus 2018, Tim Sekolah Relawan mendatangi para penyintas yang tinggal di kandang ayam, tepatnya di Dusun Bat Pawang, Desa Sesait, Kec. Kayangan, Kab. Lombok Utara.

Tim membawa bantuan berupaya terpal, logistik dan sembako. Terpal diberikan agar para penyintas dapat membangun tenda pengungsian baru yang lebih layak, nyaman dan sehat. 

"Sudah ada terpal. Insya Allah kami disini bisa segera pindah. Biar lebih sehat dan bersih" Ungkap Pak Murjaya.

Penyerahan bantuan berupaya terpal, logistik dan sembako 

Potret warga Bat Pawang yang nyaris sebulan mengungsi di kandang ayam adalah bukti nyata bahwa pasca gempa masih ada saudara-saudara kita yang belum sepenuhnya mendapat sentuhan kepedulian. Belum meratanya distribusi bantuan dan akses lokasi yang cukup terpencil membuat banyak lokasi penyintas yang belum terperhatikan.