Teaterikal Suara Ibu Pertiwi, Karya Seni Anak Muda yang Mendominasi Bundaran HI

Teaterikal Suara Ibu Pertiwi, Karya Seni Anak Muda yang Mendominasi Bundaran HI

sekolahrelawan.com- Di antara orang-orang yang memaki keadaan, segelintir anak muda yang berhasil mendominasi hampir sebagian Bundaran HI justru lebih memilih berkesenian untuk menyuarakan kepedulian terhadap Ibu Pertiwi.


Di tengah keadaan yang sedang tak biasa, dimana ratusan ribu manusia merasakan begitu sulitnnya mencari air bersih dan beberapa petani memilih tumbang karena patah harapan di atas ladang mereka yang sudah kerontang.


Namun, muda mudi di pelataran Ibu Kota justru merebah dan ikut resah melihat kondisi Ibu Pertiwi yang sedang tak baik-baik saja. Tak perlu cacian atau umpatan, Teaterikal Suara Ibu Pertiwi, muncul sebagai potret pertunjukkan tentang bagaimana kondisi Ibu kandung kita saat ini, yang bertujuan agar masyarakat Indonesia menyadari apa yang sedang terjadi pada Negeri.


Mengangkat cerita usang dari desa kecil, dimana sumber daya air yang gratis sering sekali dijadikan ladang bisnis oleh para pemilik modal. Dampaknya, masyarakat kecil menjadi kesulitan untuk menikmati berkat yang diberikan Tuhan.













Dibalut kuat dengan visual kehidupan keluarga petani yang berjuang sekuat tenaga untuk menghidupi keluarganya di atas tanah kerontang. Lalu, dikemas dalam ending yang menggugah rasa dan karsa untuk melakukan hal-hal yang lebih baik terhadap Ibu Pertiwi, di sini, anak muda muncul sebagai pembawa semangat dalam poros peradaban Negeri.





Teater Ibu Pertiwi yang dipentaskan oleh 10 anak muda ini disaksikan lebih dari setengah khalayak Bundaran Hi pada saat Car Free Day Jakarta, suasana riuh padat nan khidmat berhasil menguatkan atmosfer kesedihan terhadap kondisi Indonesia.

Tak hanya bermain kesenian saja, namun anak-anak muda ini juga turut bergerak mengkampanye kan dan mengumpulkan donasi dari kawan-kawan baik yang ada di sekitaran CFD Jakarta