Tak Sekedar Makanan, Senyum dan Syukur Juga Ikut Tersaji

Tak Sekadar Makanan, Senyum dan Syukur Juga Ikut Tersaji

Di tengah hiruk pikuk manusia pada aktivitasnya, masih ada yang temenung memikirkan keluarga dan hak tubuhnya untuk makan. Ciawi siang itu cukup sejuk, awan mendung menutupi terik para pekerja jalanan. Sorak sorak tukang jualan yang kiat agar jualan mereka laku, langkah kaki lalu lalang yang mencari sesuap nasi, dan keceriaan anak-anak yang pada usianya sudah harus merasakan kerasnya kehidupan.

Angin semilir menunjukkan bahwa Kota Hujan memang benar keberadaanya, tapi tak menjadi halangan untuk teman-teman yang meneruskan hidup dari rezeki di atas aspal. Hawa dingin dan kerja keras sedari pagi tentunya mengundang rasa lapar, hak tubuh untuk makan masih belum tau kapan bisa dipenuhi, siang sore atau bahkan nanti malam bisa jadi.

Pandangan teman-teman langsung beralih saat mobil kami berhenti di tepi jalan. Kami segera menyiapkan angkringkan makan yang biasa kami sebut Free Food Car, menata rapih meja dan kursi, menyiapkan lauk pauk dan membentangkan sebuah tulisan “Makan Gratis”.

Seperti sebuah jawaban dari usaha dan doa-doa kita semua, bahwa mudahkanlah urusan-urusan kami dan sesungguhnya rezeki itu adalah milik-Mu. Tak perlu menunggu lama, setelah angkringan siap teman-teman segera menyerbu dan membuat antrean. Mereka menikmati hidangan makan siang yang sederhana ini, raut wajah mereka begitu ceria, seperti ada semangat baru untuk lanjut aktivitas sehabis ini.

Kami membantu melayani mereka, walau di meja hanya tersaji makan dan minum tetapi kami melihat lebih dari itu, mereka membalas dengan menyajikan rasa syukur dan senyum yang paling manis. Kami sadar dan tergerak, bahwa bagaimana bisa kita mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi jika pergerakan tidak dimulai dari dalam diri kita sendiri.

Kami mendukung gerakan Sustainable Development Goals untuk kesejateraan manusia yang lebih baik.

Ayoo ikut bergerak bersama kami dalam aksi-aksi kemanusiaan!


Oleh: Izhar Alkhalifard