Sepenggal Kisah Seorang Janda Menanti Hari Raya

Sepenggal Kisah Seorang Janda Menyambut Hari Raya

sekolahrelawan.com- Ibadah puasa bergulir setiap hari, deru-deru takbir semakin lama semakin terdengar hilalnya. Di pelosok desa, rumah-rumah kecil dan sederhana masih menaungi manusia-manusia yang tak lekang oleh takdir. Mereka berbicara tentang hangat tubuh keluarga di hari raya, sambil merajut garis kehidupan dan sedikit menitik air mata.

 "Jangankan beli baju lebaran neng, di rumah ada ketupat aja bibi udah seneng banget bisa ikut lebaran." Disaat yang lain sibuk menyediakan hidangan terbaik dan membeli baju baru, Bi Titin (sapaan akrab beliau) seorang janda berumur 64 tahun sedang sibuk membuat manisan pepaya dan pala.


Membuat manisan adalah kegiatan beliau saat menjelang Iedul Fitri, walaupun terbentur modal usaha namun Bi Titin tak mau menyerah begitu saja pada keadaan, beliau memberanikan diri untuk berhutang ke warung langganannya agar bisa mengerjakan pesanan tadi, dari hasil itulah beliau bisa membuat ketupat sebagai makanan khas lebaran.

Bi Titin baru punya ketupatnya aja nih, terus gimana sama lauk pauknya? Nah, kalo untuk lauk khas lebaran beliau hanya mampu berdo'a kepada Allah Subhanahu wata'ala, nggak tau gimana caranya karena uang hasil penjualan manisan cuma cukup untuk bikin ketupat. 

Sebetulnya ia tidak pernah ingin memaksakan diri untuk menyediakan hidangan-hidangan spesial lebaran, namun dia merasa tidak enak kepada sanak saudara dan tetangga jika lebaran nanti mereka silaturahmi ke rumah tapi saya tidak dapat menjamu dengan baik.

"Bibi mah alim maksakeun neng, hayang itu hayang ieu, tapi bibi mah sok isin upami aya dulur-dulur nu donkap, tapi teu aya nanaon" ceritanya seru dalam logat sunda 

Melihat kondisi Bi Itin yang seperti ini, Sekolah Relawan memberikan bantuan berupa Kado Lebaran sebagai bentuk atas sinergi baik kemanusiaan, Kado Lebaran berisi kebutuhan sandang untung menyambut hari raya, kebutuhan pangan dan beberapa kue-kue kering agar bi Itin bisa menjamu hangat orang-orang yang datang ke rumahnya. 

Terima kasih kawan baik Indonesia yang telah bersinergi membentuk untaian tali kebaikan untuk manusia.