Ratusan Rumah di Desa Genting Bengkulu Tergulung Lumpur, Begini Cara Warga Bertahan Hidup

Ratusan Rumah di Desa Genting Bengkulu Tergulung Lumpur, Begini Cara Warga Bertahan Hidup

sekolahrelawan.com- Hari cerah pagi ini belum tentu menjadi hari cerah bagi saudara kita di Bengkulu. Pasca bencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari lalu masih menyisakan banyak kesedihan.

Setelah selesai menjalankan misi kemanusiaan di Kec. Pagar Besi, Bengkulu Tengah. Tim Social Disaster Rescue kembali memenuhi panggilan kemanusiaan, Selasa 30/04/19 tim SDR bergerak menuju Desa Genting, Kec. Bang Haji, Bengkulu Tengah.

Kurang lebih 2 jam Tim menempuh perjalanan dari Kota bengkulu menuju Desa Genting untuk menuju ke pos penyintas. Sepanjang jalan, tim harus melewati perkebunan kelapa sawit dengan medan berbatu dan penuh tanah lumpur.



Menggunakan mobil Rescue Sekolah Relawan, tim membawa bantuan logistik dan seperangkat alat evakuasi. Tidak lupa, meski kondisi sudah mereda tetapi tim tetap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk keamaan dan keselamatan.


Sesampainya di sana, ada sekitar 104 kk yang sedikitnya 500 jiwa terdampak banjir disertai lumpur yang menerjang pada Jum'at 26 April kemarin. Tidak cukup pada jiwa terdampak, ternyata banjir yang disertai lumpur ini juga menenggelamkan ratusan rumah, hanya 4 rumah di Desa Genting yang tidak tersentuh oleh banjir.


"Waktu banjir datang, kita langsung ambil barang yang masih bisa diselamatin. Terus kita lari ke kebun sawit untuk nyelamatin diri. Lumayan, harus lari-lari ke atas sana, ya 100 meteran" ujar seorang warga

"Terus kita tidur disana, pake barang-barang seadanya aja bang" saut warga lainnya

Kedatangan tim SDR mendapat respon positif dari masyarakat, mereka sangat membutuhkan pertolongan dari saudara-saudaranya disaat seperti ini.


Alhamdulillah bantuan mulai berdatangan bang, dari Pemerintah, relawan dan masyarakat. Untuk saat ini kebutuhan mendesak itu tenda bang buat tempat berteduh" ujar bang Robby selaku koordinator penyintas.