• Kontak Kami: (021) 77805706
Pola Hidup Sehat Butuh Pangan yang Sehat

Pola Hidup Sehat Butuh Pangan yang Sehat

Pada 16 Oktober telah disepakati sebagai Hari Pangan Sedunia. Banyak isu yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Permasalahan gizi buruk, obesitas, hingga pola hidup sehat.  Pada dasarnya, tiga hal itu saling berkaitan. Gizi buruk tidak hanya dialami oleh masyarakat menengah ke bawah, namun masyarakat menengah ke atas pun bisa mengalami gizi buruk jika tidak mengerti bagaimana pola makan yang benar dan sehat. Ada tiga jenis masalah gizi di Indonesia yang mengancam masa depan jutaan anak dan remaja, seperti stunting (bertumbuh pendek), wasting (bertumbuh kurus), dan kasus obesitas pada orang dewasa. Salah satu bentuk luas dari gizi buruk adalah stunting. Stunting adalah kondisi yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya gizi buruk menurut Dinkes Sumatera Barat, yaitu aspek produksi pangan, aspek distribusi pangan, akses masyarakat terhadap pangan yang bergizi serta aspek konsumsi.

Sedangkan untuk masalah obesitas, menurut Kementrian Kesehatan RI, jumlah penderita obesitas di Indonesia terus meningkat. Pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke-10 dunia. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemkes Kirana Pritasari, perilaku makan dan aktivitas saling berkontribusi terhadap faktor risiko obesitas individu. Oleh sebab itu, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan yang sehat untuk menghindari risiko obesitas. Obesitas bukan berarti gizi pangan di Indonesia telah melimpah. Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PEPI), Bustanul Arifin, mengatakan pemenuhan konsumsi pangan terutama protein dan vitamin di Indonesia masih rendah. Oleh karena itu, rendahnya kualitas dan status gizi balita juga menjadi tantangan pangan Indonesia. Perubahan pola konsumsi ini menjadi tantangan pangan Indonesia yang masih berfokus pada padi, jagung atau kedelai.

Upaya yang dapat dilakukan dengan adanya gizi buruk ataupun obesitas adalah ketersediaan pangan yang sehat, terjangkau dan mudah diakses semua orang. Makanan yang dikonsumsi perlu memenuhi kebutuhan gizi individu. Dibutuhkan peran dari berbagai pihak seperti pemerintah, peneliti, sektor swasta maupun konsumen. Pemenuhan pangan seperti buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan makanan rendah lemak masih sulit dijangkau masyarakat.

Pola hidup sehat selalu berkaitan dengan pangan yang sehat. Jika masyarakat masih kesulitan mengakses makanan yang sehat dan bergizi, persoalan gizi buruk ataupun obesitas akan semakin meningkat. Selain itu, perlu adanya sosialisasi terkait jenis pangan yang sehat yang baik dikonsumsi agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pola makan.