Banjir Bandang Terjang Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

Pembukaan Pintu Air Bendungan Bili-bili Picu Banjir Bandang di Gowa

SRUpdate, Info Bencana (1/22)- Selasa sore 22 Januari 2019, banjir bandang dikabarkan menerjang sejumlah Kawasan di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Beberapa kecamatan yang terdampak banjir secara langsung diantaranya: Kec. Somba Opu, Kec. Bontomaranu, Kec. Pattalassang, Kec. Parangloe, Kec. Pallanga, Kec. Tombolopao, Kec. Manuju.

Rekaman video yang menggambarkan air meluap dan menyeret sejumlah rumah beredar luas di sosial media. Selain banjir bandang, longsor juga dilaporkan terjadi di beberapa titik di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, salah satunya di Jl. Poros Malino Desa Lonjoboko Kec. Parangloe. Longsor menutup badan jalan dan menghambat akses transportasi.

Tak hanya longsor, pohon tumbang di beberapa titik seperti di Jl. Yusuf Bauty Kel. Paccinongan Kec. Somba Opu Kab. Gowa membuat akses jalan terganggu.

Peristiwa banjir diduga dipicu oleh sungai atau bendungan bili bili yang airnya meluap hingga ke jln pettarani dan sekitarnya. Menurut keterangan bupati Gowa, sedang dilakukan pembukaan pintu air sehingga hal ini berdampak pada terjadinya banjir yang cukup tinggi.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Insan menyampaikan himbauan pada masyarakat di Instagram pribadinya: 


“Masyarakat Gowa & sekitarnya yang Sy cintai.. Sy ingin infokan bahwa kondisi bendungan bili-bili saat ini di tetapkan menjadi WASPADA karena ketinggian air sdh 101,36 mtr.. sehingga saat ini dilakukan pembukaan pintu air, yang tentu akan berdampak Banjir yg cukup tinggi.. olehnya itu Sy menghimbau agar masyarakat mengungsi dulu dari aliran Hilir bendungan bili-bili, sambil kita sama2 berdoa kpd Allah SWT agar curah hujan normal kembali dan kita semua selalu dlm lindungan Allah SWT.. Amiinnnn! 🙏🙏”

Hingga saat ini, masih belum diketahui secara pasti mengenai jatuhnya korban atau kerusakan yang disebabkan oleh banjir, 

Berbagai rekaman yang merekam kondisi di Kabupaten Gowa luas beredar menggambarkan betapa parahnya kondisi yang terjadi. Tim SDR Sekolah Relawan segera mempersiapkan personil untuk terjun langsung ke lokasi terjadinya banjir bandang.

Jangan berhenti untuk terus berdoa dan membangun ikhtiar kemanusiaan bersama, banjir bandang boleh saja menghanyutkan rumah, tapi jangan biarkan ia menghanyutkan rasa peduli dan rasa berbagi kita.