Musim Penghujan, Kenali Bencana Hidrometeorologi

Musim Penghujan, Kenali Bencana Hidrometeorologi

SRUpdate (8/3)- Indonesia sudah memasuki musim penghujan sedari akhir tahun sampai awal tahun. Normalnya, musim penghujan selesai pada bulan Februari sampai Maret. Namun, perubahan iklim yang tidak menentu membuat cuaca kini tidak bisa diprediksi.

Kondisi seperti ini memunculkan banyak potensi bencana yang terjadi, dan mari kita kemas menjadi Bencana Hidrometeorologi yang memiliki potensi terbesar terjadi pada saat musim penghujan.

Bencana Meteorologi merupakan bencana yang disebabkan oleh parameter-parameter seperti curah hujan, kelembaban, temperature dan angin. Ada beberapa bencana Hidrometeorologi yang dapat terjadi pada musim penghujan, diantaranya; Banjir, longsor, badai, angin puting beliung, gelombang dingin, angin puyuh.

Perubahan cuaca sebagai pemantik munculnya bencana tetapi bukan merupakan inti penyebab terjadinya bencana ini.Akar utama terjadinya bencana adalah kerusakan ekosistem yang masif karena menurunnya daya dukung dan daya tampung lingkungan. Banyak aspek-aspek ekosistem yang tidak bekerja maksimal lagi.

Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada tahun 2016, Andi Eka Sakya mengatakan, banjir dan longsor erat kaitannya dengan curah hujan tinggi akibat kondisi cuaca ekstrem sebagai konsekuensi dari perubahan iklim.

Akan tetapi, curah hujan yang tinggi bukan merupakan satu-satunya faktor penyebab terjadinya banjir di suatu wilayah. Faktor lingkungan, seperti infrastruktur sungai atau drainase yang buruk, penggundulan hutan, dan faktor lainnya sangat berpengaruh.


Oleh:Izhar