Menyelami Sikap Sukarelawan di Papua

Menyelami Sikap Sukarelawan di Papua

 Apa yang kamu pikirkan mengenai Papua dan Masyarakatnya?

Sikap kasar, tidak jauh dari peradaban, tidak koperatif mungkin menjadi jawaban yang terlintas dipikiran kita. Bencana Banjir Bandang yang melanda Sentani, Papua kemarin tidak menjadi selimut kesedihan bagi mereka.

Tuhan mempertemukan Sekolah Relawan dan mayarakat Papua untuk bersama menjalankan misi kemanusiaan.

Dalam kesempatan ini, kami belajar banyak dengan mereka.

Melakukan aksi bersama, bersinergi dalam kemanusiaan serta bertukar cerita kehidupan. 

Ternyata, semua perspektif awam terhadap masyarakat Papua itu salah. Mereka sangat baik, humoris, dermawan dan memiliki hasrat yang tinggi sebagai sukarelawan.

Dalam kondisi dukapun, mereka masih sempat berbagi apa yang mereka punya. Semangat untuk bangkit, seolah membakar sumbu persaudaran mereka. Semua suku dari berbagai pelosok datang bahu membahu.

Bahkan, pada masa-masa kritis paska bencana mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang membangun kembali sikis saudaranya, seperti mendongeng, bermain musik, memotivasi dan mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Melihat pemandangan seperti itu, membuat kami berkaca-kaca. Apakah sebagai relawan, kami sudah menerapkan sikap seperti masyarakat Papua ya.

   


Tidak berhenti sampai disini, semangat mereka untuk kemanusiaan masih berlanjut. Teman-teman di Papua berharap bisa bersinergi program kebaikan untuk bergerak di Tanah kelahiran mereka. 

Pemberdayaan dan pendampingan masyarakat adalah corong utama yang ingin mereka tetapkan sebagai program kemanusiaan di Papua.

Semoga amanat kemanusiaan dan kobaran semangat bisa terus berjalan di Tanah Ibu Pertiwi.


Oleh: Izhar