• Kontak Kami: (021) 77805706

Mengingat Kembali Kisah Keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam Perintah Berqurban

sekolahrelawan.com (5/6/2020) Perintah berqurban adalah ibadah yang bertujuan agar kita belajar ikhlas, bukan tentang mengorbankan harta atau hewan ternak namun untuk menunjukan rasa syukur kita atas kelapangan rezeqi dari Allah Subhanahu wa ta'ala, perintah qurban pertama kali diberikan ke Nabi Ibrahim alaihisallam dan putranya yaitu Nabi Ismail alaihissalam, banyak terkandung nilai berharga didalam sebuah perintah qurban tersebut untuk itu mari kita perdalam makna dibalik kisahnya.

Nabi Ismail as adalah putra dari Nabi Ibrahim as dengan istrinya yaitu Siti Hajar, Nabi Ismail dibesarkan oleh ibundanya di Mekkah hingga saat ia remaja sang ayahanda menceritakan tentang mimpi yang ia dapatkan dari Allah SWT tentang suatu perintah berqurban. 

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (Q.S. ash-Shaffāt [37]: 102).

Namun Nabi Ismail tidak menolak, ketaatannya pada Allah ta'ala menjadikannya rela menjalankan perintah tersebut beliau mengatakan :

"Hai bapakku, kerjakan lah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar," kata Ismail. Percakapan ini terdapat dalam Alquran surat As-Saffat ayat 102.

Hingga akhirnya Nabi Ismail meminta pada ayahnya untuk mengikatnya dengan tali serta menajamkan pisaunya agar ia tidak meronta dan kesakitan saat nanti disembelih, ia pun berpesan agar pakaiannya diberikan kepada ibundanya sebagai kenang-kenangan dan meminta agar ayahnya menyembelih tanpa melihat wajahnya, hal ini penuh haru hingga ia dan ayahnya pun berpelukan layaknya tak mau berpisah. meski Nabi Ibrahim tetap tak bisa melakukannya namun proses penyembelihan pun tetap coba  dilakukan.

Dan Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

"Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar," bunyi terjemahan surat Ash-Shaffat ayat 107.

Firman Allah ini memberitahukan bahwa perintah ini hanya untuk menguji kesabaran serta ke ikhlashan mereka, karena Allah ta'ala menggantikan Nabi Ismail dengan hewan qurban. Betapa penting berqurban untuk kita lakukan sebagai tanda keiklashan serta wujud syukur atas nikmat Allah kepada kita.

Yuk berqurban sebagai ibadah, wujudkan rasa syukur serta sedekah pada saudara-saudara kita. Kini kawan baik bisa berqurban bersama Sekolah Relawan.