Mengetuk Pintu Hati di Balik Timbunan Bangunan Beton

Mengetuk Pintu Hati di Balik Timbunan Bangunan Beton

Jakarta (8/4/19)-  Kakek Mislam tidak punya pensiunan dan tidak punya usaha, anak kakek hanya tukang bangunan harian dan salah satu diantaranya berjualan nasi uduk di depan sekolahan yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Malam ini team ketuk berkah mengunjungi kediaman Kakek Mislam (74th). Di usia senjanya kakek tinggal dirumah seluas +/-40mtr di Jl. Kebun Sayur I RT.010/015 Bidara Cina Jatinegara.

Dalam rumah tersebut ditempati 9 anggota keluarga. Salah satu Cucu kakek yang bernama Maulana Rizky (15th) terkena polio sejak usia 1th, kondisinya tidak bisa berjalan, sudah berkali-kali dibawa kedokter tetap tidak ada perubahan. Sempat dibawa ke pengobatan alternatif namun tetap tidak ada perubahan.

Rumah kakek Mislam yang berada di gang sempit kondisinya tidak layak huni, atap yang sudah bocor sana sini, dapur yang juga berfungsi untuk tempat tidur jika malam hari tiba, dan kondisi kamar mandi yang tidak ada WC hanya terbuat dari semen, dinding rumah yang sudah banyak ditambal triplek, untuk kalian semua mungkin tidak akan nyaman tinggal dirumah seperti ini, tapi rumah tersebut satu-satunya yang dimiliki kakek Mislam untuk tinggal dengan anak-anak dan cucu-cucu kakek.

"Kalo banjir kita langsung ngungsi, walaupun hanya setengah meter" ujar teh juju (anak kakek Mislam).

Di tengah padatnya bangunan kokoh nan megah, masih banyak orang-orang yang bernasib seperti kakek Mislam. Yuk bantu mereka agar bisa merasakan hari tua yang penuh dengan kebahagiaan.


Editor: Izhar