Mengetuk Hati di Jumat yang Berkah

SRupdate, lombok (1/3)- Siang ini kami kembali membawa paket ketuk berkah menuju kediaman bapak Sahnep atau biasa di panggil Amak Pikiq/Culin, seorang lansia yang berusia 70 tahun tinggal berdua dengan sang istri di Desa Loloan Kec. Bayan, Lombok Utara.

Melalui jalan setapak dengan bentangan hijau sang alam, kami menyusuri jalur indah ini dengan semangat kebaikan. Beberapa waktu perjalanan, alhamdulillah kami tiba di rumah beliau yang ternyata rumahnya dalam keadaan kosong. Kami melihat sekeliling, ada rasa iba tiba-tiba menghampiri, kami melihat rumah beliau yang hancur akibat gempa beberapa bulan lalu.

Amak sahnep bekerja sebagai penjaga sawah milik tetangga, setiap harinya beliau berangkat ke sawah sebelum matahari terbit dan pulang saat senja terbenam. Kami pun mencari beliau di tempat biasa beliau bekerja, kembali menapaki jalan berliku dan mengelilingi tepian sawah hijau.
Saat kami temui, Amak sedang bekerja di tengah sawah dan Amak heran dengan kedatangan kami, membawa bingkisan dan bercucuran keringat tak membuat kami patah semangat dalam mengantar kado kebaikan ini.

Tak perlu waktu lama, kami segera menghampiri Amak Pikiq. Alhamdulillah, ucap syukur dan rasa terimakasih terucapdari raut kebahagiaan wajahnya. Dengan mata yang mulai berkaca, Amak mengajak kami kembali ke rumah sederhananya.


Meski dengan keadaan rumah yang tak utuh lagi, beliau tetap bersyukur karna masih diberi keselamatan.
Amak adalah orang yang ikhlas, karena ia masih  bersyukur pada pekerjaan meskipun hanya menghasilkan beras untuk makan sehari-hari dan untuk kebutuhan lainya beliau dapatkan dari sang istri yang bekerja sebagai pencari kayu bakar dan memetik hasil panen di sawah tetangga.

Pada akhir percakapan kami sebelum pergi, amak sempat berbisik

"Terimakasih sekolah relawan, terimakasih para donatur
Semoga kebaikan kalian dilipatgandakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala"


Oleh: Wawan dan Ahwan
Dokumentasi: Ahwan
Penyunting: Izhar