• Kontak Kami: (021) 77805706
Mengantisipasi Fenomena La Nina di Indonesia

Mengantisipasi Fenomena La Nina di Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa curah hujan di Indonesia diprediksi akan meningkat 40% akibat fenomena cuaca La Nina. Dikutip dari detik.com, La Nina adalah peristiwa turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata-rata sekitarnya. Dampak La Nina adalah meningkatnya curah hujan di wilayah Pasifik Ekuatorial Barat, di mana Indonesia termasuk di dalamnya.

Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk menyiapkan diri dan mengantisipasi bencana dari dampak cuaca La Nina. Salah satu yang paling disoroti adalah kemungkinan terjadinya bencana Hidrometeorologi.

Hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan jumlah debit air dan curah hujan, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung. Lantas, apa yang bisa kita lakukan sebagai dalam mempersiapkan diri menghadapi La Nina?

Seperti yang kita ketahui, virus corona masih menjadi masalah yang belum terselesaikan sampai hari ini. Di cuaca dingin dan kelembapan tinggi, penyebaran covid-19 akan lebih mudah. Jika tidak menjaga kondisi tubuh tetap sehat, penyakit demam, flu dan batuk yang merupakan gejala awal covid-19 akan menyerang sistem kekebalan tubuh yang rendah. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu menggunakan masker jika keluar rumah, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Menjaga sistem kekebalan tubuh juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat dan minum vitamin.  Selain itu, mencari informasi melalui internet penting untuk dilakukan agar tidak menyebabkan kepanikan jika di daerahmu mulai mengalami hujan lebat.

Hujan lebat yang disertai potensi banjir memang tidak dapat dihindari dengan adanya fenomena La Nina. Oleh Sebab itu, beberapa hal dapat dilakukan setiap individu, seperti menyiapkan tas siaga bencana, memahami rute evakuasi dan persiapannya, dan ketahui tanda-tanda peringatan yang berhubungan dengan bahaya banjir.