Memperpanjang Harapan Hidup dengan Literasi

Memperpanjang Harapan Hidup dengan Literasi

sekolahrelawan.com- Tsunami di Selat Sunda memang telah usai, namun tak berarti kita bisa santai dan berhenti mengupayakan upaya kesiapsiagaan. Dalam penanganan respon Tsunami yang menerjang Selat Sunda, Sekolah Relawan tak hanya berfokus pada aksi emergency saja, upaya pemulihan pasca bencana pun ikut dikawal dengan misi pendampingan masyarakat melalui upaya edukasi dan mitigasi.

Desa Tangguh Bencana adalah salah satu program pendampingan masyarakat berbasis edukasi dan mitigasi. Mengapa edukasi dan mitigasi sangat penting dalam proses pendampingan masyarakat di wilayah rentan bencana? Hal ini karena pasca bencana tsunami yang melanda masyarakat memiliki modal pengalaman dan jejak trauma yang bisa diarahkan sebagai modal pengetahuan dan pemahaman bencana. Namun, dalam prosesnya dibutuhkan proses transfer pemahaman yang terorganisir melalui pendampingan kolektif yang partispatif. Menbumika literasi adalah salah satu kuncinya.

Desa Taman Jaya adalah salah satu desa rintisan yang didampingi oleh Tim Community Development Sekolah Relawan. Program Desa Tangguh Bencana yang dilakukan di desa ini diantaranya adalah: menggerakan kelompok masyarakat untuk bergotong-royong dalam produksi instrumen literasi (papan edukasi), pemberian pelatihan skill kesiapsiagaan, training manajemen bencana, membersamai masyarakat mendesign sendiri sistem peringatan dini, merencanakan upaya mitigasi,menggali potensi bencana hingga membuat peta evakuasi desa.

Pembuatan papan edukasi sebagai instrumen literasi dan upaya edukasi pun telah dilaksanakan oleh kelompok koperasi nelayan lokal. Kami sadar dan percaya bahwa keberlanjutan dan cita Desa Tangguh Bencana bisa terwujud dari partisipasi aktif masyarakat dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal.

Nantinya, papan edukasi tersebut diharapkan mampu menjadi pengingat masyarakat sekitar desa, setiap kali berjalan dan lewat, membaca informasi yang terkandung di papan tersebut akan menjadi cara transfer pemahaman yang lambat laun akan melekat dan menyatu dalam keseharian masyarakat Desa Taman Jaya dan membumikan literasi sederhana untuk mereka.

Saat bencana terjadi, yang paling bertanggung jawab pada keselamatan diri tentu bukanlah tim rescue,pemerintah apalagi tetangga,tapi diri kita sendiri. Minimal,dengan melek literasi mitigasi kita bisa memiliki kesadaran dan pemahaman pada upaya kesiapaiagaan sejak dini, hal ini bisa jadi meminimalisir dampak yang terjadi. 

YUK SELAMATKAN DIRI DENGAN LITERASI!


Oleh: Adinda