Kehilangan Lahan Hijau, Banjir Masih Betah Singgahi Konawe Utara

Kehilangan Lahan Hijau, Banjir Masih Betah Singgahi Konawe Utara

sekolahrelawan.com- Ketupat dan masakan hari raya belum habis, masyarakat Konawe Utara harus rela berbondong-bondong silaturahmi di pengungsian.


Hujan lebat yang turun sejak awal Juni menyebabkan meluapnya aliran-aliran air di Kabupaten Konawe Utara. Terhitung 9 hari sudah hujan membasahi tanah Konawe, akibatnya sekitar 1000 rumah terendam.



Data yang diberikan oleh BPBD Konawe Utara setidaknya 4.089 orang mengungsi, jumlah itu terdiri dari 1.054 Kepala Keluarga yang bermukim di 6 kecamatan.


Selain memperhatikan kondisi keluarga dan rumahnya, masyarakat mengkhawatirkan akan kondisi alam di Konawe Utara saat ini. Beberapa tahun lalu, rintik hujan yang terus mengguyur Konawe Utara hanya menyuguhi kesejukkan. Namun, beberapa tahun belakangann masyarakat merasa ada yang bermasalah di daerah hulu, rasa kekhawatiran itu meledak ketika banjir melanda Konawe Utara pada Minggu, 9 Juni 2019 kemarin.

Melihat kekhawatiran masyarakat, Saharuddin, Direktur Eksekutif Walhi Sultra yang dikutip dari liputan6.com mengatakan, sejak 2001 sampai 2017 tercatat Konawe kehilangan 45.600 hektare tutupan pohon. Tak hanya itu, Konawe juga memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berstatus krisis.




Lahan hijau yang terus digerus oleh Perkebunan Tanaman Monokultur dan perluasan tambang membuat daya resap air di daerah hulu menjadi tumpul. Akibatnya, ribuan masyarakat harus diselimuti rasa khawatir akan bencana-bencana besar yang bisa terjadi akibat permasalahan ini.