Jayadi dan Semangat Hidup di Atas Gerobak Sosis

Jayadi dan Semangat Hidup di Atas Gerobak Sosis

sekolahrelawan.com- Seorang pria sedang asik membakar sosis, nugget dan makanan lain, di sebelahnya seorang wanita sedang melayani pembeli dan sesekali menyeka keringet anak kecil di pelukannya, sepertinya mereka adalah pasangan suami isteri yang masih muda, namun memiliki semangat berkeluarga yang luar biasa.

Syamsul Jayadi adalah mahasiswa fakultas peternakan, hidup bersama isteri dan dikaruniani satu anak. Dalam mencari nafkah untuk keluarga kecilnya dan menyelesaikan pendidikannya, Jayadi memilih merakit cerita sebagai pedagang jajanan keliling.

Ayah satu anak ini asli kelahiran Bayan Lombok Utara, sekarang tinggal di Mataram bersama anak dan Istrinya. Sikap sederhana selalu terpapar dari senyuman tulus di wajahnya, apapun kondisinya, Jayadi meyakini bahwa ia dan keluarganya sedang dalam keberhakan Alllah Subhanahu Wa Ta'ala.



Dan kemarin, Ahwan yang merupakan guru SD Jayadi sekaligus relawan lokal Sekolah Relawan tidak sengaja menemui Jayadi sedang berjualan di depan RS Unram.

“Ini murid saya dulu waktu ngajar di SDN 2 Anyar Kec.Bayan, Jayadi anak dari keluarga yang sederhana, hari ini saya jumpa di Mataram pas sedang jualan Sosis dan Bakso Bakar, Alhamdulillah masih seperti dulu sederhana...” ujar Ahwan

Tak lama Jayadi menyadari kedatangan sosok Gurunya, ia sedikit gugup namun tak ada perasaan malu, Jayadi masih melemparkan senyum sederhananya meski sempat berpikir, apakah gurunya akan kecewa melihat kondisi Jayadi seperti ini atau ia akan mendukung Jayadi..

“Saya mulai berjualan semenjak baru-baru masuk Kuliah, awalnya modal 100ribu jualan Kopi di Taman Budaya Mataram, jualan Kentang Goreng, Es Kelapa Muda dan Sekarang jualan Bakar-membakar.. allhamdulillah laku sedikit sedikit pak....” curhat Jayadi kepada mantan guru SD nya yang kini aktif di dunia kerelawanan.

“jualan ini yaa untuk keluarga saya Pak Guru, sekarang saya sudah punya 1 anak, terus untuk biaya sewa kontrakan 700ribu perbulannya makanya yaa usaha ini saya jalankan meskipun kadang yaa rame kadang sepi juga...” tambah Jaya.

Dengan Perlengkapan Seadanya, Jaya berjualan di Depan RS Unram bersama Istrinya, Eidelion Hijria yang turut membantu jualan sambil merawat buah hati mereka Pandu di depan kampus UIN Mataram.



Namun, kesederhanaan Jayadi masih memiliki mimpi untuk bisa mengembangkan usaha yang ia jalani ini, ketika ditanya mimpi apa yang ia punya, jawaban yang sungguh sederhana muncul dari bibirnya..

“Sementara mimpi saya punya gerobak yang lebih layak mungkin dengan itu bisa lebih ramai jualan kami pak. sementara saya, isteri dan Pandu sering ke hujan juga kalau pake meja yang di buat gerobak ini...” Jelas Jayadi saat di tanya tentang impiannya.

Sedikit tamparan untuk kita yang selalu tidak pernah puas akan apa yang kita punya, Jayadi memberikan pelajaran kepada kita bahwa

"Tidak apa mimpi kita sederhana, hidup kita sederhana, namun rasa syukur dan hubungan kita kepada Tuhan harus selalu maksimal dalam kondisi apapun"

Semangat Jaya dalam menghidupi keluarga dan menyelesaikan studinya begitu tinggi meski kenyataan penghasilan pas padannya ia terus berjuang menyalakan impiannya, adakah sahabat ingin berpartisipasi tuk membantu mimpi Jayadi? Yuk bantu Jaya punya gerobak impiannya...