• Kontak Kami: (021) 77805706
From Insecure To Bersyukur

From Insecure To Bersyukur

Indonesia memiliki ribuan pulau dan tercatat ada 1340 suku dengan ras yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan masyarakat indonesia memiliki keunikan baik dari bahasa, karakter, cara pandang, warna kulit bahkan karakteristik wajah. 

Beberapa tahun terakhir, masyarakat gencar menyuarakan loveself. Hal tersebut disebabkan semakin tingginya angka pengguna media sosial khususnya di Indonesia setiap tahunnya. Tidak bisa dipungkiri, menggunakan media sosial menyebabkan masyarakat terobsesi pada kesempurnaan foto atau video yang diunggah berbagai kalangan, misalnya dari public figure, influencer, ataupun selebgram. Hal tersebut menyebabkan semakin banyaknya standar kecantikan ataupun kesuksesan yang dikelompokkan beberapa orang. 

Melihat banyaknya orang yang mulai menyadari pentingnya kesehatan mental, Sekolah Relawan melalui program Narasi Baik mengadakan diskusi online secara live di Instagram pada 20 Oktober 2020 bersama salah satu aktris cantik Indonesia, Shafira Umm, Co-Founder #cantikituberagam. Menurut Shafira, Insecure tercipta karena adanya proses membandingkan atau terjadi karena trauma masa kecil “kita cenderung mendefinisikan cantik sesuai kelompok tertentu misalnya cantik itu tinggi, kulit kuning langsat, hidung mancung, rambut panjang, yang dideskripsikan pihak luar, sehingga banyak perempuan Indonesia yang tidak terwakili”.

Mengatasi rasa insecure tidak semudah teorinya, namun yang harus diketahui apa penyebab insecure itu sendiri. Proses dari insecure menjadi bersyukur bisa membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, setiap individu harus mampu bertahan dan mencari solusi. Shafira menambahkan “menurut saya, insecure menjadi bersyukur itu esensinya adalah menerima. Ketika kita bisa menerima keadaan kita, bukan berarti itu pasrah, namun kita harus fokus melakukan hal yang positif dan mendorong diri berpikir positif”

Shafira membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan kepada teman-teman Narasi Baik dalam menghadapi rasa insecure, seperti sharing bersama teman, menemukan kelompok dan lingkungan yang positif yang dapat memberikan pandangan yang positif.