EST Tamanjaya: Pentingnya Peran Ibu sebagai Agen Mitigasi dan Edukasi Keluarga

EST Tamanjaya: Pentingnya Peran Ibu sebagai Agen Mitigasi dan Edukasi Keluarga

Sekolah Relawan, Pandeglang, Recovery Program (4/9)- Bicara soal ancaman bahaya dan potensi bencana tentu bukan hanya bicara soal bencana besar seperti tsunami atau gempa. Tersengat listrik, tersedak, luka bakar hingga pingsan adalah beberapa daftar dari ancaman bahaya yang bisa menimpa kita baik dalam skala ringan hingga yang terparah. 

Dalam ruang lingkup rumah tangga, beberapa daftar ancaman bahaya tersebut juga bisa jadi ancaman nyata yang lahir dari aktivitas sehari-hari yang kita lakukan.

Menyadari pentingnya hal tersebut, Tim Sekolah Relawan memberikan edukasi mengenai cara penanggulangan bahaya dalam skala rumah tangga, atau Emergency Situation Training untuk kaum ibu di Kampung Tamanjaya, Desa Tamanjaya, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Banten pada Rabu 4 september 2019 lalu. 


Kampung Tamanjaya sendiri merupakan salah satu wiilayah dampingan Sekolah Relawan pasca tsunami Selat Sunda.

Program Tamanjaya Tangguh salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana dan ancaman bahaya, salah satunya adalah bahaya pada skala rumah tangga yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Peran perempuan terutama kaum ibu tentu sangat penting bagi penanganan dan kesiapaiagaan ancaman bahaya baik yang bersifat domestik maupun publik.

 Proses edukasi soal mitigasi tingkat keluarga adalah salah satu upaya yang dilakukan bersama kaum ibu disana.

“Kita harus tahu dan paham soal penanganan bahaya yang aplikatif dan seringkali ditemui dalam kehidupan sehari-hari, dalam tingkat rumah tangga kaum ibu sering berhadapan dengan potensi tersebut. Ada banyak hal yang bisa dipelajari bersama, kali ini kita belajar 4 ancaman bahaya itu dulu (Kesetrum, luka bakar, pingsan dan tersedak) ” Ungkap Daeng Hudaya, salah satu traineer EST.

Sore itu, sekitar 50 orang lebih kaum ibu lintas usia berkumpul di Gazebo untuk belajar bersama, terlihat sekali semangat mereka sangat menyala, dari usia anak hingga lansia duduk melingkar bersama untuk mengenali penangana bahaya yang ada disekitar mereka. 

Antusiasme mereka terlihat dari respon yang begitu aktif saat bertanya dan tanpa ragu berpartisipasi untuk mencoba beberapa praktek penanganan bahaya.

“Kita seneng banget bisa ikutan praktek untuk bahaya. Karena hal-hal yang tadi dipraktekan cukup sering  kita rasakan. Tapi seringnya panik dan jadinya bingung harus bagaimana” Ungkap Ibu Isun, salah satu peserta pelatihan.

Dalam skala rumah tangga Emergency Situation Training begitu penting untuk dipahami oleh tiap-tiap anggota keluarga, dan kaum ibu dipercaya memiliki peran penting sebagai  sebagai agen tangguh penyalur informasi terdekat untuk memberikan edukasi pada anggota keluarga lainnya, salah satunya untuk transfer ilmu dan penanganan bahaya skala rumah tangga.

Ayo mulai tumbuhkan kesadaran dan peka pada potensi bahaya di sekitar kita. Selalu waspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas sehari-hari ya!