Equity Life Indonesia Bersama Sekolah Relawan, Blusukan ke Kampung Sasak!

Equity Life Indonesia Bersama Sekolah Relawan, Blusukan ke Kampung Sasak!

sekolahrelawan.com- Ramadan menjadi nikmat ketika kita memanfaatkan waktu untuk menabung kebaikan, menciptakan keharmonisan dalam keberagaman dan berbagi keberkahan kepada sesama.

Bentangan langit biru di Kota Hujan membawa kami pada sebuah petualangan kebaikan di kampung kecil bernama Kampung Sasak, di pelosok Kabupaten Bogor. Bersama Equity Life Indonesia, pada Rabu 15/5/19  Sekolah Relawan membangun sebuah sinergi untuk mewujudkan niat dari orang-orang baik Indonesia.

Di kampung yang khas dengan nuansa sundanya, kami mengadakan buka puasa bersama masyarakat setempat. Ada beberapa hal yang menarik dalam buka puasa bersama kali ini, dalam program Kampung Dug Dug kegiatan berbuka puasa tidak hanya sekedar menunggu Adzan lalu berbuka. Tetapi, dari mulai belanja bahan mentah, mengolah makanan, sampai menyiapkan tempat dan prosesi acara berbuka kami melibatkan seluruh masyarakat.


Kegiatan di mulai pada pagi hari, saat suasana masih segar relawan ditemani ibu Ina salah satu warga Kampung Sasak bergegas untuk belanja bahan baku di Pasar Parung. Membeli kebetuhan lauk, ayam, beras, sayur dan ikan. Wahh seru banget, meski harus panas-panasan ke pasar, rasanya untuk kegiatan kaya gini mereka relaa deh hahhaa.



Setelah selesai belanja kebutuhan, kami nggak langsung ngolah makanannya. Abis desek-desekan di pasar, ngasoo dulu bentar sambil nikmatin suasana desa yang ademm.

Selang berapa menit leyeh-leyeh, kami mulai mengumpulkan semangat lagi untuk membersamai masyarakat mengolah makanan. Ada yang motongin ayam, ada yang motongin sayur buat dijadiin sayur asem, terus relawan perempuan lebih milih motongin buah, katanya lebih segerr. Dasar emang relawan tuh pada receh, tapi dengan suasana kaya ginilah kita bisa merasakan kebersamaan yang lebih intim.



Beres nyiangin bahan mentah, selanjutnya tinggal dimasak aja deh. Sesuatu yang paling seru, disini masaknya masih pake tungku api nggak bergantung kompor gas aja. Bapak-bapaknya sibuk nyariin kayu, emak-emaknya standbye di dapur. Asli ini mah, masak pake tungku ternyata menggoda iman saat puasa, wangi asep yang keluar dari tungku dan suara khas letupan sayur asem yang mendidih. Beeuuh menggoda banget siang-siang segeerr gini makan sayur asem.


Gak terasa waktu sudah berubah menjadi sore, panas terik yang tadinya menemani sekarang berubah jadi sekumpulan awan mendung. Sambil nunggu lauk pada mateng, kami sempatkan untuk ngobrol lebih banyak ke masyarakat. Karena setiap daerah pasti memiliki cerita yang menarik untuk diceritakan bukan?

Kebetulan, ada Pak Asli yang merupakan salah satu sepuh disini. Si bapak sedang ngelus-ngelus kerbaunya di kandang belakang rumah, asikk bener dah suasana kaya gini, singkat cerita dari obrolan kami ternyata pak Asli ini satu-satunya orang yang masih pelihara kerbau disini.

"Udah gak ada yang pelihara kerbau kang, tinggal bapak doang, Ini ge (juga) mau dijual kalau anak bungsu bapak mau kawin" ujarnya sambil terbata-bata

Diumurnya yang sudah jalan 80 tahun, pak Asli masih semangat beraktivitas. Ia masih telaten ngurusin Mushola Al-Muhajirin yang berada di depan rumahnya, masih mau ngangon kerbau dan mencari kayu bakar.

Rintik hujan pun perlahan membasahi kampung sasak, nggak terasa masakan sudah matang dan waktu menunjukkan pukul 5 sore, ibu-ibu dan relawan bergegas menyiapkan untuk santapan buka puasa.


Tak hanya berbuka puasa, dalam rangka ulang tahun Equity Life Indonesia mereka juga membagikan rezeki berupa paket sembako kepada masyarkat Kampung Sasak.

Selesai menyiapkan makanan, kami semua berkumpul di Mushola Al-Muhajirin bersama. Melingkar dan menunggu dentuman bedug, suasa yang jarang ditemukan di kota-kota besar.
Alhamdulillah, Bedug sudah dipukul dan Adzan Magrib dilantunkan, kami semua dengan gembira dan penuh rasa syukur menyantap makanan.

  





Di Kampung Sasak, selama bulan Ramadan tahun 1440 H baru kali ini ada buka puasa bersama, terlebih seluruh masyarakat ikut terlibat dalam rangkaian acaranya, hal ini sangat disyukuri dan dinikmati oleh masyarakat kampung Sasak.

"Alhamdulillah ya Allah, udah lama gak buka puasa bareng kaya gini. Biasanya mah masing-masing weh, ada nasi sama ikan kita makan, ada nasi ama sayur kita makan" ujar Pak Asli


Terima kasih orang-orang baik Indonesia yang sudah mewujudkan sebuah potret baik kemanusiaan.


Oleh: Izhar