Dua Remaja Tangguh Bantu Padamkan Api, Ada

Dua Remaja Tangguh Bantu Padamkan Api, Ada "Jodoh Idaman" Di balik Kabut Asap

Sekolahrelawan, Inspiring- Di balik pekat kabut asap kebakaran hutan, ada dua sosok anak muda tangguh nan pemberani yang mengorbankan masa mudanya untuk kebermanfaatan bagi manusia lain. Ia digadang-gadangkan adalah Jodoh Idaman bagi kaum hawa.

Bencana kebakaran hutan yang melanda Kalimantan dan Sumatera menjadi salah satu bencana terbesar menjelang penutup tahun 2019, asap asap yang menyebar luas menjadi pemantik permasalahan utama bagi kesehatan masyarakat, ratusan ribu saudara kita terkena ISPA dan berbagai penyakit lainnya. Tak hanya menjadi masalah dalam Negeri saja, namun  Negara tetangga turut menjadi korban atas sapuan asap yang singgah di Negara mereka.

Meski begitu, di tengah usaha dan upaya elemen masyarakat melawan asap, kami menemukan dua remaja tangguh bak emas yang menyala dalam pekat kabut asap.

Guntur, seorang siswa kelas 2 SMA dari Rimba Panjang, Kec. Tambang, Riau memilih untuk turun langsung ke lokasi titik api.

Pada hari itu Guntur hendak pergi sekolah, namun sampai sekolah dia tidak menemui satupun murid yang masuk sekolah, dikarenakan udara di kota Riau yang sesak dengan Asap.


 "Saya tiap Hari kalo ke Sekolah Naik sepeda bang, saya merasa sesak kalo Ada ASAP. itu juga yang membuat sekolah jadi libur, saya ingin kembali sekolah bersama teman-teman." begitu anak muda ini curhat kepada relawan kami



Walau masih Remaja ia sudah ikut berperan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan ikut membantu menarik selang Air, untuk Relawan yang sedang bertugas memadamkan api.

Di seberang Riau, tepatnya Kalimantan, Ada Arga, usianya 15 tahun, baru saja menduduki bangku kelas satu SMK di Telkom Banjarbaru Kalsel. Pemuda yang sedikit lebih belia tetapi tidak kalah pemberani dan penuh potensi


Di umur belianya, Arga justru memilih untuk terjun langsung menjadi Relawan Kemanusiaan. Bersama Sekolah Relawan, Arga ikut ambil peran dalam memadamkan Api di tanah tempat tinggalnya.

    


Arga ikut menjadi relawan bukan berarti hadir tanpa "pegangan", remaja satu ini ternyata sudah mengikuti banyak pelatihan rescue dan kerelawanan yang ia jadikan bekal untuk setiap aksi-aksi kemanusiaannya. Wah, ternyata Arga tidak sekedar main-main lho di dunia kerelawanan, ia benar benar menekuni agar menjadi relawan yang bisa membantu dan bermanfaat disetiap kondisi.

Eksistensi dan peran mereka ternyata menggugah rasa kemanusiaan, bahkan selain diberikan tepuk tangan, Arga dan Guntur juga jadi bahan gombalan bagi ciwi-ciwi yang sedang kasmaran hihihi


 


Alhamdulillah, kita doakan semoga semakin banyak anak-anak muda seperti Arga dan Guntur yang turut peduli terhadap kondisi saudaranya dan tentunya terhadap bangsa ini.