DLT Batch V: Jalan Progresif Seorang Relawan

DLT Batch V: Jalan Progresif Seorang Relawan

SRUpdate, Disaster Leadership Training Batch V, Pasir Reungit Bogor(17/2) -  Tangis, keringat dan kepalan tangan yang penuh semangat berkontemplasi pada dingin dan kerasnya medan latihan Disaster Leadership Training Batch V.


Setelah melewati proses seleksi yang diikuti ratusan calon siswa dari berbagai penjuru negeri dan berhasil memperpanjang jabat erat kepada 35 calon siswa terpilih, maka DLT Batch V resmi dilaksanakan pada tanggal 15-17 Februari di Pasir Rengit, Gunung Bunder Bogor.

Selama tiga hari, calon siswa mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan dengan penuh semangat menjadi seorang relawan. Dibagi menjadi empat kelompok; jalak, garuda, gagak dan elang yang beranggotakan delapan sampai sembilan orang, berjuang dan bahu membahu dalam menjalankan proses latihan.

Menerima berbagai materi yang relevan terhadap apa-apa saja yang harus dimengerti sebagai seorang relawan adalah salah satu treatment dalam pelatihan ini, menghadirkan pemateri yang mahir dibidangnya tentu bentuk keseriusan kami dalam bidang edukasi untuk mewujudkan relawan yang cerdas dan berwawasan luas. Tak hanya materi, calon siswa juga mendapatkan beberapa simulasi training seperti; vertical rescue, assesment, komunikasi radio, pemetaan, pendirian posko dan yang paling menarik adalah proses evakuasi korban.


Tak hanya dipadati oleh teori dan simulasi, pelatihan juga diselingi dengan permainan yang bersifat membangun kekompakan. Pembajaan mental pun menjadi sorot utama dalam rangkaian acara, guna memperkuat jati diri sebagai seorang relawan serta menjaga semangat dalam berbagai kondisi disegala medan. Peserta pun ditempa agar menjadi pribadi relawan yang tangguh, cepat, terampil dan tuntas. 

Dengan pakaian bercampur lumpur yang menandakan perjuangan mereka selama tiga hari, raut muka lelah serta tumpuan kaki yang agak gemetar tidak membuat mereka berhenti sampai disini, bahwa perjuangan harus tetap berlanjut.

Setelah melewati siang yang terik, sore penuh kabut dan malam dingin pada hari terakhir, calon siswa berbaris rapih di bawah Sang Saka Merah Putih dan hadapan para pelatih, dengan lantang membaca janji rescue yang pada nilai ke-4 berbunyi:

"Selalu siap siaga dan bertanggung jawab dalam keadaan darurat demi kemanusiaan"

Dengan suasana penuh haru, siswa melemparkan topi  ke udara dengan sorak syukur kepada Tuhan. Tangispun pecah dari beberapa peserta, sengguk mulai terdengar saat peserta telah memaknai:

Bahwa dengan ini, kami berjuang atas nama kemanusiaan.


Oleh: Izhar Alkhalifard