• Kontak Kami: (021) 77805706

Di Balik Layar Perjuangan Frontliner Medis Hadapi Covid-19

sekolahrelawan.com (23/3/2020) Kekhawatiran dan berita duka kini sedang menyelimuti Indonesia. Wabah virus Corona yang kini  mengancam keselamatan kita masih belum bisa diatasi sepenuhnya.

Pada artikel kali ini Sekolah Relawan ingin mengajak kamu untuk mengatahui apa saja perjuangan yang harus dilakukan oleh tim medis demi kesembuhan pasien Covid-19, untuk lebih menghargai bagaimana kondisi dan perjuangan para frontliner medis.

Menangani Pasien Siang dan Malam

Perjuangan tim medis yang pertama adalah mereka harus menangani pasien siang dan malam. Sebagai frontliner, mereka harus menangani pasien yang terjangkit virus ini secara intens.

Bekerja dengan kondisi seperti ini, berpeluang besar bagi mereka untuk terinfeksi juga jika tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai. Ketahanan tubuh dan imun juga harus mereka perhatikan, meski saat sedang bertugas dan telag memasuki ruang isolasi, mereka kesulitan untuk makan dan minum bahkan istirahat.

Waktu Istirahat yang Terbatas

Meningkatnya jumlah pasien membuat tim medis bekerja tak kenal waktu, hingga waktu untuk mereka beristirahat pun terbatas, tim medis harus menggunakan waktu istirahat mereka sebaik mungkin meski dengan tempat yang seadanya. Bahkan, tak sedikit mereka yang berisitrahat di lantai-lantai rumah sakit.

Kondisi Kesehatan yang  Miris

Para perawat dan tim medis yang menangani pasien Covid-19 diharuskan memakai alat pelindung diri seperti, baju hazard, masker dan kacamata untuk melindungi diri dari terpaparnya virus Covid-19.
 
Takian tersebut dapat mereka pakai selama berjam-jam, hal ini membuat kulit mereka terluka karena terlalu lama memakai alat pelindung. Bahkan para tim medis memakai plester demam di area dahi, pipi dan hidung, sebagai pelindung kulit, namun plester ini juga dianggap sebagai lencana penghargaan atas perjuangan berat mereka menangani kasus Covid-19.

Resiko Tertular Sangat Tinggi

Tim medis sudah pasti melakukan kontak langsung dengan para pasien Covid-19, resiko mereka tertular pun sangat tinggi. Ditambah lagi dengan pekerjaan mereka yang berat sudah pasti membuat daya tahan tubuh mereka melemah serta kelelahan. Tak sedikit tim medis yang turut terinfeksi virus ini dari para pasien yang mereka tangani.

Bahkan di Indonesia hal ini sudah terjadi, mengutip dari Katadata.co.id sebanyak 25 orang tenaga medis dinyatakan positif Corona di Jakarta, dan hal yang paling membuat Indonesia berduka ialah gugurnya para tim medis yang berjuang melawan virus tersebut, enam dokter dinyatakan meninggal dunia karena turut menjadi korban dari virus Corona yaitu dr. Laurentius P, Sp.Kj, dr. Toni D. Silitonge, dr. Ucok Martin, Sp .P, dr. Djoko Judodjoko, Sp. B, dr. Adi Mirsaputra, Sp. THT, dan dr. Hadio Ali, Sps.

Mereka adalah para pahlawan yang telah berjuang melawan virus Corona untuk para pasiennya. Selamat jalan dan terima kasih banyak untuk jasa dan perjuangannya, kalian adalah pahlawan untuk kami semua, jasa luar biasa kalian tak akan terlupa sepanjang masa.

oleh:Novi
editor:Izhar