• Kontak Kami: (021) 77805706
Cara Menjaga Mental Tetap Sehat di Tengah Pandemi yang Masih Mengikat

Cara Menjaga Mental Tetap Sehat di Tengah Pandemi yang Masih Mengikat

Depok, 08/10/2020 Pandemi virus covid-19 tak bisa dipungkiri menimbulkan keresahan masyarakat. Jutaan orang di seluruh dunia terjangkit virus, tidak sedikit yang meninggal dan ada yang masih harus berjuang sembuh sedangkan vaksin tak kunjung pasti kapan beredar.

Namun, tidak hanya kesehatan jasmani yang berdampak dengan adanya covid-19, kesehatan jiwa atau mental pun menjadi isu yang patut diberi perhatian. Bukan hanya cemas dengan kemungkinan terinfeksi virus, namun dampak corona juga mengalir di berbagai sektor, jutaan orang terancam menjadi pengangguran karena sulitnya mendapat pekerjaan atau menurunnya penghasilan akibat perekonomian yang lesu.

Berbagai permasalahan tersebut tentu menimbulkan keresahan hebat untuk setiap lapisan masyarakat, lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental agar tetap waras?

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan setiap individu agar tetap sehat selama pandemi :

1.  Berinteraksi/berkomunikasi online dengan orang-orang tersayang

Meski harus berjarak dengan keluarga atau sahabat, bukan berarti hal itu dapat membatasi komunikasi yang berkualitas bersama mereka. Adanya jaringan internet patut disyukuri di tengah pandemi sehingga pertemuan tatap muka tetap bisa dilakukan via video call.

Koneksi online semacam itu dapat bermanfaat untuk kesehatan mental selama di rumah aja. Jadi, tetap manfaatkan teknologi dengan bijaksana ya!

2.  Menjaga pola makan sehat dan olahraga di rumah

Mulai menjaga pola makan dan berolahraga teratur agar tetap sehat adalah salah satu upayamu menjaga kesehatan fisik maupun mental. Kamu bisa membuat jadwal khusus apa yang akan kamu makan setiap harinya dan kapan kamu akan berolahraga.

Ada banyak resep makanan sehat yang bisa kamu lihat di Internet. Olahraga di rumah juga bisa kamu lakukan sendiri dengan membuka berbagai channel yang menyuguhkan video olahraga sesuai yang kamu butuhkan.

Melakukan hal positif untuk menjaga kesehatan mental membuatmu merasa lebih berharga.

3.  Temukan hobi baru yang memberi dampak positif

Hobi baru tetap bisa kamu temukan bahkan walau di rumah aja. Mencari hobi baru sesuai karaktermu patut untuk kamu coba. Menulis, membaca, bercocok tanam, menjahit, mendekor ruangan, atau memasak adalah hal yang bisa kamu terapkan di rumah.

Melalui hobi tersebut, diharapkan rasa cemas dan pikiran yang berlebihan dapat teralihkan dengan melakukan sesuatu yang positif agar mentalmu tetap sehat.

4.  Perdalam dan belajar skill baru untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik

Belajar hal baru dan memperdalam ilmu yang sudah kamu kuasai adalah hal yang layak dilakukan selama di rumah. Dengan belajar hal baru, kamu akan terpacu untuk menciptakan sesuatu yang baru sehingga memicumu tetap fokus pada yang sedang kamu kerjakan.

Selain itu, hal tersebut tidak akan membuatmu bermalas-malasan dan bermanfaat untuk jangka panjang.

5.  Kurangi penggunaan media sosial jika dirasa mengganggu kehidupan sehari-hari

Menggunakan media sosial memang tidak selalu menimbulkan dampak negatif untuk semua orang, namun jika dalam menggunakan media sosial sudah dirasa mengganggu waktu yang bisa kamu manfaatkan untuk lebih produktif, maka hal itu pertanda kamu sudah berlebihan.

Media sosial bisa menyuguhkan foto atau video yang tidak sesuai dengan kenyataan. Jika dengan melihat foto atau video kamu menjadi insecure atau menggiring pikiranmu ke arah yang tidak baik, hal tersebut tanpa kamu sadari akan mengganggu kesehatan mentalmu.

Oleh karena itu, mengurangi konsumsi media sosial dan lebih fokus pada kehidupan pribadi dan lingkungan sekitarmu patut untuk kamu implementasikan.

6.  Membantu orang yang lebih membutuhkan

Bukan hanya kamu yang terkena imbas dari adanya covid-19, namun banyak orang yang mungkin jauh lebih merasakan dampak negatifnya. Ekonomi semakin menurun dan menyebabkan banyak orang sulit mencari nafkah dan kelaparan.

Hal tersebut dapat menjadi kesempatan bagimu untuk berbuat baik kepada sesama meski tidak seberapa. Jika merasa belum sanggup menjadi seorang dermawan karena ekonomi yang juga pas-pasan, kamu bisa mencoba jadi relawan kemanusiaan.

Sebuah studi University of Twente menunjukkan bahwa melatih diri untuk lebih bersyukur bisa membantu orang merasa lebih baik dan meningkatkan kesehatan mentalnya. 

Mengikuti aksi sosial atau bergabung di lembaga kemanusiaan dapat sesekali kamu lakukan untuk tetap menjaga kesehatan mentalmu karena kamu akan bertemu orang-orang yang akan membuatmu sadar bahwa kamu harus lebih bersyukur.