Baloq Siranep, 100 Tahun Potret Kemanusiaan

Baloq Siranep, 100 Tahun Potret Kemanusiaan

SRupdate, ketukberkah (5/3)- Hari ini angin membawa kami menuju kediaman baloq Siranep, perempuan yang telah menatap dunia hampir satu abad ini biasa dipanggil baloq dalam bahasa lombok yang berarti buyut. Usianya sudah hampir 100 tahun, pernah merasakan masa penjajahan belanda dan jepang. Bahkan beliau pernah ikut bergabung dengan pemuda-pemudi dalam melawan penjajahan, dengan bersembunyi di hutan melawan penjajah secara sembunyi-sembunyi (gerilya).

Kini kekuatannya tak seperti dulu, namun semangatnya untuk hidup tetap tertanam dalam jiwanya. Meski dalam keadaan yang jauh dari kata cukup, baloq Siranep tetap merasa bersyukur. Karena menurutnya, dunia ini adalah wujud dari keindahaan Tuhan yang disuguhkan kepada para hambanya.

Baloq Siranep tinggal di kawasan terpencil di Dusun Tanak Petak Desa Loloan Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Bersama anak bungsunya lah beliau tinggal, yang setia merawat dan menjaga beliau hingga saat ini. Meski usia anak nya sudah 75 tahun, namun tak menghilangkan rasa sayangnya pada orang tua.

Keseharian beliau hanya bisa berdiam diri di gubug miliknya yang terbuat dari bambu. Untuk ke kamar mandi pun beliau harus digendong oleh cucunya, jika cucunya tidak ada beliau buang air dimana beliau duduk/tidur. 
Bukan karna lumpuh, namun usia lah yang membuat beliau tak mampu untuk berjalan. Maka, di atas gubug itulah baloq menghabiskan masa-masa tuanya yang rentan, jauh dari perhatian orang-orang, yang baloq harapkan hanyalah sang cucu dan anaknya yang sudah ikut menua.

Ada duka mendalam yang dialami baloq pada masa tuanya, 17 tahun lalu sang suami pergi meninggalkan baloq untuk selama-lamanya. Pada usia yang hampir menyentuh angka 100 baloq  masih mengingat masa-masa indah bersama suami.

Sambil mendengar cerita baloq yang terbata-bata, kami memberikan paket bingkisan ketuk berkah untuk baloq dan keluarga. Dalam gubug mungilnya, baloq Siranep merasa bahagia karena baru kali ini beliau ada yang memperhatikan selain anak dan cucunya. 

Tidak banyak kata yang terucap dari baloq Siranep selain mengucap rasa syukur dan berterima kasih pada para donatur yang telah bersedia menyisihkan rejekinya untuk beliau.

Terima kasih sekolah relawan, terima kasih para dermawan.
Semoga kebaikan ini menjadi berkah untuk kita semua.


Oleh: Tika Ariesta
Dokumentasi: Tika Ariesta
Penyunting: Izhar