AKU BERCERITA : Ramadan, Yatim dan Islam Dalam Kacamata Kemanusiaan Shahnaz Haque

AKU BERCERITA : Ramadan, Yatim dan Islam Dalam Kacamata Kemanusiaan Shahnaz Haque

sekolahrelawan.com- Seperti yang sudah dipaparkan pada artikel sebelumnya, di penghujung weekend pada minggu ke-3 puasa, Sekolah Relawan mentraktir 1000 anak yatim dan dhuafa untuk belanja kebutuhan lebaran mereka. Dalam waktu yang bersamaan di 35 Kota se-Indonesia, kegiatan Belanja Bareng Yatim Dhuafa (BBYD) melahirkan cerita-cerita dan pelajaran baru bagi kita semua, tawa bahkan tangis pecah menjadi sebuah momentum yang tak akan mudah dilupakan.

Tak hanya relawan-relawan di berbagai daerah yang bertugas, tetapi beberapa publik figur juga ikut meluangkan waktu dan tenaganya untuk mendampingi ribuan anak langit. Salah satunya adalah Shahnaz Haque atau bubun atau Kak Nanaz yang telah larut dalam keseruan BBYD sejak setahun lalu. Bubun bercerita tentang Ramadan, Yatim dan Islam seperti ini...


Sekolah Relawan menggelar acara belanja bareng yatim dan dhuafa, di Ramayana Cibinong. Kami bergabung menjadi relawan hari ini. Mendampingi anak kecil yang hidupnya sedang berjuang. Saya mendapat tugas mendampingi 2 gadis yatim cilik, kakak-beradik yang bersaudara 11 orang 😮. Banyak ya! 9 kakak mereka terpaksa menikah muda, demi mendapat kehidupan ekonomi lebih baik.





Sementara Gilang Ramadhan mendapat jatah menemani anak kembar lelaki kecil, yang ayahnya juga baru meninggal. Mungkin karena kehilangan figur ayah, maka seperti botol ketemu tutup. Mereka berdua menggelandoti kaki Gilang terus. Sebaliknya selama beberapa jam, Gilang pun bisa merasakan bagaimana memiliki anak lelaki. Kembar pula! Belanja barang untuk anak lelaki, bermain “perang-perangan”, dan semua kegiatan maskulin lainnya.


Bagaimana dengan cerita Mieke Ramadhan hari ini? Dia mendapat jatah menemani 2 gadis yatim yang tak jauh dari usianya. Mereka tidak ada hubungan darah, tapi cerita hidupnya sama. Karena ibunya tidak sanggup, maka mereka di”hibah”kan ke sang nenek. Yang memiliki penghasilan lebih baik. Terputus hubungan ibu dan anak gara-gara faktor ekonomi.

Itu cerita saya di hari kelahiran Papa.
Kami, para anak yatim membantu anak yatim lainnya. Serta mewariskan nilai kehidupan Papa ke sang cucu, Mieke. Keagungnya ajaran Islam, terlihat dari bagaimana menempatkan anak yatim dalam posisi yang sangat tinggi, Islam mengajarkan untuk menyayangi mereka dan melarang melakukan tindakan-tindakan yang dapat menyinggung perasaan mereka.