9 Kriteria Yang Wajib dimiliki Seorang Relawan

9 Kriteria Yang Wajib dimiliki Seorang Relawan

Sebenarnya, siapa saja boleh jadi relawan. Tapi jangan karena kerja sukarela, lalu kita mengabaikan hal-hal mendasar tentang kriteria relawan. Sebuah organisasi perlu menentukan kriteria relawan yang akan bekerja bersama mewujudkan tujuan organisasi.

Oleh karena itu, penting untuk diperhatikan kriteria-kriteria berikut sebelum merekrut relawan.

1. Visioner

Setiap organisasi pasti memiliki visi, atau pun tujuan yang hendak dicapai dengan mengimplementasikan berbagai program. Maka semestinya, calon relawan yang direkrut pun memiliki visi. Visi pribadi seorang relawan sangat penting, untuk bisa dilihat bagaimana pandangannya terhadap berbagai hal. Karena organisasi Anda adalah organisasi sosial kemanusiaan, maka penting untuk digali pandangannya terhadap persoalan kemanusiaan. Akan baik jika Anda mendapatkan relawan dengan visi yang sejalan dengan visi organisasi. Istilahnya, ngeklik.

Seorang relawan yang visioner tentulah pribadi yang terbiasa membuat target-target pencapaian dalam hidupnya. Karena itu, ia pun terbiasa memacu dirinya untuk mencapai tujuannya. Nah yang begini akan sangat baik bagi daya dukung organisasi.

2. Loyalitas

Bagaimana mengukur loyalitas jika belum pernah bergabung di organisasi Anda? Tenang. Hal pertama yang diukur dalam loyalitas seorang calon relawan memang bukan di organisasi Anda, tentu butuh waktu bagi setiap orang untuk membuktikan loyalitasnya. Ukuran pertama adalah loyalitas pada dunia sosial kemanusiaan. Pelajari rekam jejaknya sebelum ia menyatakan minatnya bergabung dengan organisasi Anda. Apa yang pernah dilakukan sebelumnya, baik secara pribadi maupun di organisasi lain. Jika rekam jejaknya membuktikan sebuah loyalitas yang tinggi pada dunia kemanusiaan, silakan lanjutkan.

Sekarang eranya sosial media, rekam jejak salah satunya bisa dilihat dari sosial media si calon relawan. Minat (ketertarikan), kedekatan dan dukungan pada persoalan kemanusiaan seharusnya bisa tergambar dari konten sosial medianya. Jika berbagi (share) informasi kemanusiaan saja belum atau jarang dilakukan, pikir-pikir dulu deh.

3. Karakter

Apa sih karakter itu? Menurut Erie Sudewo dalam bukunya Character Building, karakter adalah nilai-nilai kebaikan dalam diri seseorang, yang menjadi dasar perilakunya. Nilai-nilai kebaikan ini sangat penting ada dalam diri setiap individu calon relawan. Nilai dasar yang akan berlaku dimana saja, kapan saja, tak peduli ia sendiri atau bersama orang lain. Tiga karakter dasar, menurut Erie Sudewo, yakni tidak egois, jujur, dan disiplin.

Kita mulai membangun dan membangun organisasi dengan SDM yang memiliki karakter dasar yang baik. Memang tidak mudah memiliki karakter dasar ini, tapi bukan berarti tidak bisa. Yang penting setiap individu selalu berusaha memperbaiki diri. “Begitu banyak orang yang ingin meningkatkan diri, tapi hanya sedikit yang ingin memperbaiki diri”, begitu kata Erie Sudewo.

Pernyataan Erie sejalan dengan Dale Carnegie, “Anda kenal seseorang yang Anda ingin agar berubah dan memperbaiki sikapnya? Bagus, tapi mulailah dari diri Anda sendiri” dalam bukunya How to Win Friends and Influence People.

Oya, salah satu yang membentuk karakter seseorang adalah kedekatannya dengan Tuhannya. Semakin ia taat pada Tuhan, seharusnya semakin baik karakter yang terbentuk pada dirinya.

4. Kapabilitas

Yakni kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaannya. Biasanya berkaitan dengan kemampuan nalar, kecerdasan, berpikir sistematis. Seseorang disebut capable, atau memiliki kemampuan jika memiliki tingkat kecerdasan minimal yang dibutuhkan.

Kapabillitas juga mensyaratkan adanya skill atau keahlian dalam melakukan pekerjaannya. Buatlah seorangkaian test yang dapat menunjukkan apakah seseorang itu mampu atau tidak. Jangan silau dengan CV dan beragam penghargaan yang pernah diraihnya.

5. Kapasitas

Kapasitas adalah potensi kemampuan maksimum seseorang yang ditunjukkan dalam memecahkan masalah (problem solving skill), menyelesaikan pekerjaan yang berat dan sebagainya. Kapasitas ini menunjukkan apakah kualitas seorang calon relawan itu memungkinkan untuk ditingkatkan atau tidak.

Untuk melihat kapasitas seseorang, bisa dengan cara memberikannya pekerjaan berat dengan deadline tertentu. Mereka yang memiliki kapasitas besar, tidak mudah stress dengan tugas berat dan deadline yang mepet.

6. Kreativitas

Out of the box, berpikir di luar kebiasaan atau kebanyakan orang, menjadi ciri khusus meniliai seseorang memiliiki daya kreativitas yang cukup tinggi. Orang kreatif bisa menemukan perspektif, cara pandang baru yang membuat pekerjaan jadi lebih efektif, lebih mudah, lebiih efisien.

7. Kredibilitas

Dapat dipercaya, dapat diandalkan untuk memikul tanggung jawab dengan benar. Integritas dan nilai diri seorang calon relawan sangat penting untuk diperhatikan. Track record menjadi sangat penting di level ini, pelajari track recordnya di organisasi lain ataupun secara pribadi.

8 Komitmen

Kerja sosial dan kemanusiaan membutuhkan komitmen yang tinggi dari seorang relawan. Komitmen ditunjukkan melalui kesungguhan dalam menyelesaikan tugas, walaupun dalam kondisi yang sulit atau tidak menguntungkan. Rasa tanggung jawab ini, lebih bernilai ketimbang skill, kapasitas, passion dan sebagainya. Karena itulah, menjadi relawan jelas tidak cukup hanya bermodal semangat dan kemauan.

Komitmen seseorang biasanya terlihat jika organisasi atau tim dalam keadaan sulit, terjepit atau sedang menghadapi masalah.

9. Kompatiblitas

Kompatibilitas ditunjukkan dalam kepatuhan, kecocokan dengan budaya organisasi, mampu bekerja sama dengan tim, dapat bergaul dengan berbagai orang dan lingkungan sekitarnya. Ciri khasnya adalah penerimaan orang lain terhadap dirinya. Jika calon relawan disukai, mudah bergaul, diterima oleh lingkungannya, ini modal yang cukup bagus. Jika sebaliknya, banyak yang tidak suka kepadanya, hati-hati, bisa mengganggu perkembangan organisasi.

—–

Kenapa kriteria-kriteria diatas hampir mirip dengan kriteria calon karyawan bagi perusahaan? Ya benar, karena yang digunakan oleh perusahaan maupun organisasi adalah manusia sebagai sumber daya utamanya, bukan robot atau mesin. Tentu saja kriterianya tak jauh berbeda. Intinya, jangan coba-coba abaikan kriteria-kriteria diatas dalam merekrut relawan, jika tidak ingin Anda dan organisasi Anda mengalami kerugian atau menghadapi masalah besar.

Bagaimana jika relawan yang ada saat ini bermasalah pada satu atau beberapa kriteria diatas? Apakah perlu dikeluarkan? Tidak perlu, tugas para manager organisasi untuk membina dan melakukan pendidikan secara lebih intensif. Catatan ini juga baik dipelajari oleh para relawan yang saat ini sudah bergabung di sebuah organisasi, sebagai bentuk introspeksi, apakah sudah memenuhi kriteria-kriteria diatas? Yuk kita sama-sama perbaiki diri, mulai dari diri sendiri.