• Kontak Kami: (021) 77805706

4 Tips Jitu Untuk Berqurban yang Penuh Makna

sekolahrelawan.com (9/6/2020) Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan datang, kita bisa menabung pahala melalui ibadah spesial di bulan Dzulhijjah dari mulai sholat lima waktu, sholat sunnah, puasa sunnah, berhaji dan berqurban. Berbicara soal berqurban kali ini Sekolah Relawan akan memberikan tips tentang tata cara berqurban yang baik dan benar. Simak informasinya yuk!

Sucikan Niat Mu

Ketika berniat melaksanakan qurban, yang pertama harus kamu lakukan adalah mensucikan niat tersebut, sebab berqurban adalah pahala yang mengajarkan kita untuk ikhlash merelakan harta atau hewan ternak yang kita qurban hanya demi mengharapkan kebaikan Allah ta'ala, jangan sampai kamu berqurban hanya karna terpaksa atau mengandung sikap ria dibaliknya. Telah dijelaskan oleh baginda Rasulullah SAW yaitu :

Rasulullah saw bersabda : “ Barang siapa berkurban dengan lapang dada (senang hati) dan ikhlas hanya mengharap pahala dari Allah, maka dia akan dihijab dari neraka (berkat udhiyahnya) “. (HR. Ath Thabarani dari Al Husein bin Ali). 

Perhatikan Jenis dan Kondisi Hewan Qurban

Ketika berqurban kita harus benar-benar memilih hewan dengan benar, diperbolehkan berqurban selain kambing dan sapi yaitu kerbau, domba atau unta. Perhatikanlah kondisinya, pilihlah hewan yang sehat, yang lebih tepatnya seperti yang dijelaskan dalam hadist rasulullah yaitu :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata, “Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan qurban: buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, sakit dan tampak jelas sakitnya, pincang dan tampak jelas pincangnya, sangat kurus sampai-sampai seolah tidak berdaging dan bersum-sum.” (HR Tirmidzi).

Waktu dan Cara Penyembelihan yang Tepat

Ketika melaksanakan qurban maka lakukanlah dengan waktu yang tepat dan cara penyembelihannya dengan baik dan benar tentunya sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW dan telah diriwayatkan dalam sebuah hadist tentang berqurban yaitu :

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu ‘anhu bahwasanya dia berkata, “Saya menghadiri shalat idul-Adha bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di musholla (tanah lapang). Setelah beliau berkhutbah, beliau turun dari mimbarnya dan didatangkan kepadanya seekor kambing. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelihnya dengan tangannya, sambil mengatakan: Dengan nama Allah. Allah Maha Besar. Kambing ini dariku dan dari orang-orang yang belum menyembelih di kalangan umatku

Waktu pelaksaannya pun saat hari tasyrik yakni hingga tanggal 13 bulan Dzulhijjah, (3 hari setelah idul adha). Setelah melaksanakan sholat idul adha dan waktu penyembelihannya pun hingga matahari terbenam. Dikutip dari Nahdlatul Ulama, para ulama meyakini berdasarkan dari hadits riwayat Al-Bara’ bin ‘Azib, yaitu dari pernyataan Rasulullah SAW , yang Artinya :

 “Sungguh yang pertama kali kami lakukan pada hari ini ialah shalat, kemudian kami pulang dan setelah itu menyembelih hewan qurban. Siapa yang melakukan hal demikian (menyembelih setelah shalat), maka dia telah memperolah sunah kami. Tetapi siapa yang menyembelih sebelum itu, maka penyembelihannya itu sebatas menyembelih untuk keluarganya sendiri dan tidak dianggap ibadah qurban,” (HR Al-Bukhari). Penyembelihan bisa dilakukan setelah sholat id selesai bahkan tidak harus menunggu khotbah selesai, namun jika tidak dilaksanakan sholat id, penyembelihan dilakukan saat waktu diperkirakan sama seperti setelah sholat id, bukan dikatakan tidak sah namun hewan qurban yang disembelih sebelum waktunya wajib digantikan.

Perhatikan Proses Penyembelihan

Hewan yang akan diqurban adalah hewan dalam kondisi hidup, maka tidak diperbolehkan berqurban dengan hewan yang dalam kondisi sekarat sebelum di sembelih, selain itu penyembelihan pun ada adabnya yaitu 

(1) penyembelih harus bersuci terlebih dahulu sambil menghadap kiblat.

(2) Membaca doa dan menyebut nama Allah ta'ala seperti firman Allah dalam QS Al An'am “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.”  Maka ketika menyembelih harus ucapkan takbir dan basmallah.

(3) Penyembelih harus dalam kondisi sadar (berakal), karena sembelihan orang yang tidak berakal tidaklah sah meskipun ia membaca basmallah sebab ia tidak berniat dengan sadar.

(4) Melakukan sembelihan dengan baik dan benar, dijelaskan dalam hadist yaitu : “Dari Saddadi Ibnu Aus Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya Allah menetapkan supaya berbuat baik terhadap segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, bunuhlah dengan baik. Apabila kamu hendak menyembelih, sembelihlah dengan baik dan hendaklah mempertajam pisaunya dan memberikan kesenangan terhadap binatang yang disembelih.” (HR. Muslim), yang dimaksudkan dalam hadist ini yaitu menyembelih hewan dengan pisau yang tajam agar hewan qurban tidak kesakitan.

Sebenarnya berqurban itu tidaklah sulit, dengan niat ikhlas dan tekad yang kuat, kamu pasti berqurban, apalagi sekarang kamu bisa berqurban dengan mudah, aman dan terjangkau bersama program "Masih Obsesi Berqurban" dari Sekolah Relawan.