10 Hal Tak Terpikirkan Saat Bersahabat dengan Relawan

10 Hal Tak Terpikirkan Saat Bersahabat dengan Relawan

SRUpdate, Edukasi Relawan (1/21)- Hai kawan baik! Kapan terakhir kali kumpul sama sahabat-sahabat terasyik? Semakin hari kita tuh semakin paham nggak sih, sahabat seperti apa yang sebetulnya kita butuhkan? Yang jelas kata pepatah sih sahabat yang baik bukan cuma dia yang mau berbagi payung dan berteduh bersama saat hujan, tapi juga dia yang mau menjadi kuyup dan berbasah-basahan bermain hujan bersamamu!

Nah, kalian udah punya belum sih sahabat yang kayak gitu?

Idealnya, sahabat baik tuh nggak cuma asyik saat diajak senang-senang, tapi juga siap saat diajak menghadapi tantangan dan ujian!

Kalau dari kacamata relawan, sahabat yang asyik dan baik itu bukan cuman dia yang mau mendukung aksi baik temannya, tapi juga ia yang mau ikut berjuang bersama untuk mewujudkan aksi kebaikan. Menariknya, banyak kisah persahabatan yang terjalin antar relawan di lokasi bencana alam maupun di lokasi pengabdian.

Nah,kali ini Sekolah Relawan mau membagikan hal-hal berdasar pengalaman, soal hal-hal yang jarang terpikirkan tapi seringkali kita rasakan saat bersahabat dengan relawan, kenapa sih bersahabat dengan relawan cenderung akan membuat kita nyaman?

1.  Relawan selalu membiasakan diri untuk PEKA

Seorang relawan dituntut untuk selalu peka dalam membaca realita dan kondisi sekitarnya, kalau sama orang lain aja dia bisa begitu peduli dan berempati, apalagi sama kamu yang menjadi sahabat dan orang terdekatnya. Tanpa harus curhat atau cerita pun, relawan akan sigap menangkap sinyal-sinyal “ketidakberesan” dalam dirimu. Ia akan mulai menganalisa, memperhatikan, bertanya atau malah menolong tanpa diminta.

Yang punya sahabat seorang relawan bener nggak nih kaya begini?

2.  insyaAllah, Seorang Relawan adalah pendengar yang Baik

Kemampuan untuk mendengarkan adalah kemampuan luar biasa yang nggak dimiliki oleh semua orang, itulah kenapa kita dikasih dua telinga dan satu mulut. Ajaibnya, hanya sedikit orang saja yang mampu mendengarkan dengan tulus dan fokus sampai bisa memahami dan menangkap maksud lawan bicaranya. Nah seorang relawan juga belajar dan berlatih untuk menjadi seorang pendengar ulung.

Di lapangan aksi, relawann tak hanya bertemu satu atau dua orang masyarakat saja, tapi bertemu banyak masyarakat dengan segala kisah, keluhan dan curhatan dan aspirasinya. Nah, sudah jadi hal lumrah bagi para relawan untuk mau mendengarkan dan mencoba memahami masyarakat. Baik memahami masalahnya hingga menangkap kebutuhan dan membaca keadaannya.

Nah, kalau curhatan masyarakat aja bisa didengar dan dipahami, apalagi curhatan sahabatannya sendiri? Asal curhatnya jangan di status media sosial yaaa!

3.  Diajak susah aja siap, apalagi diajak seneng!

Turun ke lokasi bencana, tidur beralaskan tikar,evakuasi mayat dan korban, makan mie rebus, berjalan berkilometer jauhnya, menerobos medan terjal, berbulan-bulan menahan kerinduan pada keluarga, ya…itulah sedikit dari banyaknya hal yang kita bilang “nggak enak”, hal itu adalah hal lumrah yang harus dirasakan para relawan saat beraksi di lapangan.

Harus hidup dalam keterbatasan dan serba apa adanya nggak bikin tekad berbuat baik jadi berkurang, justru itu semua adalah tantangan yang harus ditaklukan! Kalau menghadapi hambatan dan kesusahan aja dia mampu menghadapinya dengan senyuman, gimana menghadapi kebahagiaan? Kalau makan mie rebus  aja dia kegirangan apalagi diajak makan sate taichan?kwkwk

4.  Ada saja cerita inspiratif yang membuatmu tergugah dan tergerak!

Selepas pulang dari tugas kemanusiaan, baik itu aksi kebencanaan, respon sosial atau pendampingan, sahabat relawanmu pasti punya banyak hal untuk dibagikan. Cerita yang ia bawa sebagai oleh-oleh terbaik tentu bakalan jadi insight positif yang inspiratif buat kamu. Nggak jarang, kamu bakal terinspirasi dan malah ngiri buat ikutan turun aksi. Ya, seenggaknya pasti ada semangat baik yang nular dari sahabat kita yang jadi relawan!

5.  Siap-siap KETULARAN JADI RELAWAN!

Pepatah bilang, kalau sahabatan sama tukang daging bakal ketularan bau dagingnya! Kalau sahabatan sama tukang parfum, bakal ketularan wanginya! Nah, siap-siap aja, sahabatan sama relawan bakal nular juga loh semangat baiknya! Siap-siap aja kamu juga ikut terjerumus dalam petualangan kemanusiaan sebagai relawan!

6.  Bisa mewujudkan aksi baik bersama sahabat sendiri itu asyik loh!

Bangga nggak sih lihat sahabat kita bisa menuai banyak aksi baik dan bermanfaat buat orang banyak? BANGGA DONG! SAHABAT SIAPA DULU?Hehehe

Tapiiii…lebih bangga lagi kalau kita bisa berjuang bersama sahabat kita, nggak usah muluk-muluk berjuang evakuasi mayat di bawah reruntuhan deh, mulai  kolaborasi wujudkan aksi-aksi baik yang sederhana aja pasti bikin persahabatan kalian semakin erat, solid dan insyaAllah berkah berfaedah.

Fotobox bareng sahabat? Udah biasa! Hangout bareng sahabat? Lebih biasa lagi! CINLOK sama sahabat? Klasik banget! Tapi bisa jadi relawan bareng sahabat dan wujudin manfaat buat orang banyak, itu baru MANSUURRRR!

7.  Kalau dia lagi kesel atau marah, ya maklumin aja relawan kan juga manusia

Jangan kira sahabatan sama relawan isinya enak-enak semua looh! Relawan juga manusia kaliiii. Yaw ajar aja kalo dia juga bisa marah, bête, kesel atau menangis! Ya, sebagai sahabatnya, giliran kita dong yang harus belajar peka dan peduli. Coba pahami keadaannya dan dengarkan dia, karena relawan juga punya perasaan, sekuat apapun dia, relawan tetep butuh sahabat yang memahaminya J

8.  Punya sahabat relawan? Ajak dia membersamai masalah dan temukan solusinya!

Sahabat kamu relawan? Selamat ya! Kamu nggak cuma bisa curhat sama dia, kamu juga bisa ajak dia buat menyelesaikan masalah bersama jika kamu mau. Biasanya, para relawan udah terbiasa tuh menganalisa masalah dan menggali solusinya. Ya, emang sih semua itu bukan jaminan, tapi kamu punya kesempatan untuk membagikan dan mendiskusikannya dengan sahabat relawanmu!

9.  Gak ada kata GENGSI saat bersahabat dengan relawan

Mau makan di warteg kek! Makan ngemper di pinggir jalan kek! Relawan militant sih biasanya nggak kenal kata gengsi ya. Bagi relawan, kata gengsi justru berlaku saat kita tak bisa menolong orang. Gengsi dong, dikasih Allah kelebihan tapi nggak bisa berupaya menolong sesama. Gengsi dong dikasih Allah ilmu tapi gak mau mengamalkan untuk kebaikan?

10.  Sahabatmu relawan? Siap-siap “kehilangan” dadakan!

NAAAAH! Punya sahabat seorang relawan juga ada sedihnya loh! Bayangkan saat kamu dan dia punya janji buat hangout bareng, tiba-tiba terjadi bencana dan dia harus berangkat ke lokasi saat itu juga. Kamu mungkin akan kesal karena dia pasti lebih mengutamakan aksi kemanusiaan yang darurat, tapiii kamu pasti akan mengerti dan paham bahwa sahabatmu bukan milikmu seorang dan dia sedang dibutukan orang- banyak. Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan lamanya kamu gak bisa ketemu dia, videocall juga sering gagal karena sinyal gak selalu bagus.

Itulah tantangan bersahabat dengan relawan, tetap saling mendoakan dan merindukan meski jarak jadi cobaan. Meski secara fisik dia gak ada di sisi kamu, tapi secara spirit dia selalu membuatmu tetap hidup dan semangat menjalani hari J

 Dari sekian banyak hal diatas, hal mana aja yang udah kamu rasakan saat bersahabat dengan seorang relawan? Apa satupun belum pernah? Wah, kalau itusih mesti dipertanyakan. Hahaha

Jadi, apalagi sih enaknya punya sahabat seorang relawan?