Konten Berita

TIM Rescue Sekolah Relawan Menuju Palu dan Donggala, Terdampak Gempa Sulteng

SRUpdate, Kabar Bencana, Sulawesi Tengah (29/9) - Tim SDR Sekolah Relawan bergerak menuju Palu melalui Mamuju pada Jumat malam (28/9/2018). Pada kloter pertama, 3 orang relawan berangkat langsung ke Palu di bawah komando Bayu Gawtama, Founder Sekolah Relawan. 

Ditutupnya bandara Kota Palu serta rusaknya beberapa akaes menuju Palu membuat tim harus mencari jalan alternatif menuju Palu dan Donggala. 

Tak hanya akses jalan dan bandara yang lumpuh, padamnya listrik pasca gempa menyebabkan akses dan jaringan telekomunikasi lumpuh. Beberapa relawan mengaku sulit menghubungi sanak dan keluarga yang berada di Palu dan sekitarnya. 

Video yang menggambarkan suasana pasca gempa Tsunami beredar luas di media sosial, melalui video itulah masyarakat bisa mengetahui sedikit gambaran situasi terkini yang terjadi di Palu dan Donggala.

Warga berhamburan berlari ke jalan raya, kepanikan melanda, tak henti mereka menyerukan lafadz Allah dan beristighfar. Siapapun tak ada yang menyangka bahwa Jumat sore di Palu dan Donggala akan diterjang oleh gempa dan Tsunami. Belum kering luka Lombok, bangsa kita kembali ditempa ujian lewat di Palu dan Donggala. 

Hingga saat ini upaya evakuasi dan penanganan darurat terhadap korban masih terus dilakukan. BNPB merilis beberapa korban dinyatakan meninggal karena terima reruntuhan, sementara yang lainnya menderita luka. Pendataan mengenai jumlah korban dan kerusakan akibat gempa masih terus dilakukan. 

Mari satukan kekuatan untuk saudara kita di Palu dan Donggala, jangan biarkan mereka berjalan sendirian. Duka Palu dan Donggala adalah duka bangsa Indonesia. 

Ada banyak cara untuk ikut berperan dan bergerak membantu mereka, jika raga dan tenaga  belum mampu membantu langsung ke lokasi gempa, kita masih punya harta untuk disedekahkan, atau quota untuk ikut membagikan kabar ajakan aksi kemanusiaan, atau hati untuk selalu mendoakan kebaikan.


  • Bagikan Artikel