Konten Berita

Rumah Bambu, Bukti Semangat Gotong Royong  Relawan  dan Masyarakat

SRUpdate, Lombok Bangkit (18/9)- "Rumah Bambu" tak sekedar bangunan semata, ia memiliki "nyawa perjuangan" yang hidup dari semangat, doa dan harapan masyarakat Lombok. Lombok harus bangkit, masyarakat Lombok harus kembali membangun ruang hidupnya pasca gempa. Pembangunan "Rumah Bambu" adalah salah satu cara untuk menggerakan masyarakat kembali merintis daya pasca gempa. 

"Proses recovery bukan sekedar pembangunan infrastruktur semata. Tapi juga recovery sosial, makna dibalik pembangunan Rumah Bambu ini adalah semangat untuk kembali memulai kehidupan baru yang lebih baik pasca gempa" Ungkap Bayu Gawtama, Founder Sekolah Relawan

Masyarakat Lombok butuh teman untuk membersamai mereka bangkit kembali, maka dari itu Sekolah Relawan hadir untuk  mengupayakan program dan membangun sinergi aksi.

"Partisipasi masyarakat adalah hal utama yang kita kedepankan. Relawan dan masyarakat harus saling kerjasama dan bergotong royong. Masyarakat harus mulai mandiri dan bangkit dari situasi pasca gempa" papar Luthfi Kurnia, Tim Community Development Sekolah Relawan

Rencana pembangunan Rumah Bambu  sebagai hunian tahan gempa yang berbasis lokal pun telah mencapai progress yang positif, setelah upaya pencairan bambu, pengawetan, pembuatan modular hingga pembangunan, kini bangunan perdana "Rumah Bambu" pun telah berdiri diantara puing-puing reruntuhan. 

Kombinasi antara bambu, anyaman bilik kayu dan batu bata membuat RumBa terlihat sangat cantik dan artistik. Komedian Aming yang datang langsung ke Desa Santong pun mengakui kekaguman dan dukungannya pada RumBa.

"Aku setuju banget sama program RumBa. Indonesia tuh termasuk kedalam kawasan Ring Of Fire, sudah seharusnya kita membangun rumah yang tahan gempa, menyesuaikan dengan unsur kearifan lokal dan sumber daya alam" Ungkapnya pada Sekolah Relawan

Rasa bahagia dirasakan oleh masyarakat Desa Santong ketika  melihat RumBa telah berdiri dengan gagahnya berkat kerja keras dan ikhtiar bersama.

"Luar biasa, seperti mimpi yang luar biasa bisa melihat rumah bambu ini bisa berdiri. Alhamdulillah" ungkap Pak Faidzin, masyarakat Desa Santong. 

"Terharu...melihat RumBa bisa berdiri di atas tanah Santong, ada semangat gotong royong yang menyala di setiap bilah bambunya.." Ungkap Muhammad Musa, relawan yang sehari-harinya membersamai masyarakat membangun kembali rumah mereka.

Segala lelah terbayar sudah saat melihat RumBa berdiri gagah dan megah dalam kesederhanaan. Keringat berbuah manfaat, air mata berbuat karya, sakit berujung bangkit.

Bicara soal RumBa memang tak sekedar bicara soal bangunan rumah semata, tapi bicara soal proses kebangkitan bersama, proses menggerakan masyarakat, kerja-kerja Kemanusiaan yang tak akan pernah ada habisnya. 

"Diharapakan setelah RumBa percontohan berdiri, semakin banyak masyarakat yang terpacu dan mampu memahami  proses untuk  membangun rumah yang tahan gempa secara mandiri" Tambah Luthfi Kurnia

Kini, RumBa yang telah berdiri di atas tanah Santong menjadi bukti dari ikhtiar kebangkitan masyarakat bersama relawan, ada semangat gotong-royong di tiap-tiap bilah bambunya. 

"Kita akan terus berupaya membersamai masyarakat untuk membangun hunian tetap tahan gempa dari bambu. Sistemnya bukan kita memberikan rumah untuk masyarakat secara cuma-cuma, tapi kita menggerakan masyarakat untuk bekerjasama membangun rumah mereka" jelas Muhammad Musa.

Tim Sekolah Relawan mengajak segenap masyarakat untuk ikut terlibat dalam proses recovery masyarakat Lombok, tak harus datang ke Lombok, ada banyak cara untuk memberikan kontribusi. Ayo berikan dukungan terbaik dan ambil peran untuk menggerakan masyarakat, segera masuk barisan kebaikan bersama Sekolah Relawan!


  • Bagikan Artikel