Konten Berita

Hal Terberat Saat Bertugas Mengevakuasi Korban adalah....

SRUpdate, Kabar Bencana, Sulawesi  Tengah  (7/10) - Bagaimana seorang relawan rescue dan bertugas mencari korban bencana alam?  Sebagian besar dari kita pasti akan mendoakan, mengangkat jempol sekaligus bertepuk tangan mengapresiasi aksi para petugas penyelamatan lapangan, namun dibalik segala aksi heroik tim relawan rescue, mereka juga menyimpan kegelisahan dan keresahan. 

"Yang terberat saat menjalankan tugas resucue atau evakuasi bukanlah cuaca palu yang menyengat, bukan juga rasa haus atau lapar yang melanda ataupun ketakutan akan faktor keamanan, tapi cara menata kata saat harus menyampaikan pada keluarga korban bahwa" Kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengevakuasi kerabat atau keluarga anda, tapi mohon maaf tim tidak bisa melanjutkan evakuasi karena keterbatasan alat dan kondisi reruntuhan membahayakan, jika diteruskan  dapat menimbulkan korban baru..." Muhammad Ardiansyah, Tim Rescue Sekolah Relawan 

Menghentikan proses evakuasi bukan berarti menyerah dan angkat tangan begitu saja. Setelah mengerahkan upaya terbaik, memang proses evakuasi dan pencarian korban tak selalu membuahkan hasil, sulitnya medan yang harus dievakuasi serta keterbatasan alat berat seringkali menghambat. 

"Hal terberat saat kita sedang berjuang dalam proses evakuasi korban adalah...saat korban yang dikabarkan masih hidup  ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.." Haryagung Abdurahman Rescue Sekolah Relawan. 

Ada harapan dan doa yang digantungkan ke pundak tim rescue, segala ikhtiar pencarian korban tentu tak terlepas dari doa dan harapan keluarga korban,

" Hal terberat saat melakukan proses evakuasi adalah...saat kita harus memberikan pengertian kepada keluarga korban..itu sangat sulit...keluarga korban pastinya berharap korban dapat ditemukan, tapi kadang kala tak selalu bisa" Ungkap Ari Triana dari Tagana. 

Selain amanah dan tanggung jawab dari pihak keluarga, kondisi 

"Keadaan korban saat ditemukan adalah hal terberat yang harus dirasakan saat sedang melakukan proses evakuasi..kita tidak pernah bisa menduga bagaimana kondisi korban yang akan kita temukan..kita harus mampu mengendalikan perasaan..." Ungkap Rafisahl Hafiz Tim Rescue Sekolah Relawan. 

Andhie Jathayu menambahkan bahwa resiko terkena infeksi akibat cairan mayat juga menjadi hal berat yang harus dihadapi relawan, belum lagi harus menahan aroman dan mengendalikan perasaan saat melihat kondisi korban saat ditemukan.

Apa yang dirasakan Tim Rescue saat melakukan tugas dan aksi lapangan tak akan terlepas dari segala upaya dan ikhtiar tim untuk tetap berjuang melakukan proses pencarian. Hal terberat yang dirasakan akan menjadi makna dan pelajaran hidup yang tak tergantikan.


  • Bagikan Artikel