Konten Berita

11 Hal yang Harus Kita Persiapkan Sebelum  Terjun Jadi Relawan Bencana

SRUpdate, Edukasi Relawan, Depok (3/10)- Bencana alam yang menimpa Indonesia secara berturut-turut sejak Juli hingga kini membuat banyak orang tergerak untuk turun ke lapangan menjadi seorang relawan. Semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan bahkan semakin berkibar dengan banyaknya kampanye-kampanye kemanusiaan di media sosial. Hal itu menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Indonesia begitu memiliki kepedulian untuk tergerak membantu sesama.

Ribuan relawan dari berbagai latar belakang, lembaga dan komunitas terjung langsung ke lokasi bencana untuk bergotong-royong dalam kerja-kerja kemanusiaan. Tentu saja butuh berbagai persiapan dan pertimbangan sebelum terjun ke lokasi bencana. Kira-kira apa saja sih hal yang perlu kita persiapkan sebelum terjun ke lokasi bencana? Simak yuk beberapa poin sederhana yang Sekolah Relawan rangkum untuk kawan-kawan sekalian:

1.  Kuatkan Tekad dan Luruskan Niat

Tekad dan niat adalah awal dari lahirnya sebuah aksi positif. Maka, sebelum terjun ke lokasi bencana, pastikan tekada dan niat kita telah terbentuk kuat. Turun menjadi relawan harus karena kesadaran sendiri, bukan karena paksaan, apalagi ikut-ikutan orang. Lalu, luruskan niat seutuhnya untuk membantu dan bergerak dalam misi kemanusiaan.

2.  Siapkan Mental  dan Jiwa yang tegar

Ingatlah kawan, turun ke lokasi bencana alam tidak sama dengan acara perkemahan apalagi acara jalan-jalan dan camping ceria. Di lokasi bencana nanti, kita akan dihadapkan dengan berbagai kondisi tak terduga, bahaya mengintai, persediaan air, makanan dan listrik seringkali tak pasti. Persiapkan mental untuk hal-hal demikian, tak ada kata manja atau mengeluh. Ingat, kita disana untuk menolong orang! Relawan harus mandiri dan mampu mengkondisikan diri sendiri.

3.  Pastikan fisik sehat dan kuat

Selain mental yang kuat, seorang relawan di lokasi bencana juga harus mempersiapkan fisik yang sehat dan kuat. Di lokasi bencana sana aktivitas fisik kita akan sangat diuji, kegiatan untuk menolong orang, menyalurkan bantuan, membantu evakuasi hingga blusukan melakukaan pendataan membuat kita harus mempersiapkan kesehatan. Sakit memang manusiawi, tapi ingatlah ada banyak orang yang membutuhkan bantuan kita! BE STRONG!

4.  Harus mau belajar dan Ikut pelatihan!

Tidak semua relawan yang turun ke lapangan memiliki pengalaman kebencanaan sebelumnya, maka pengalaman pertama turun ke lokasi bencana harus kita jadikan ajang belajar dan menggali ilmu, banyak bertanya dan menyerap. Segala sesuatu pasti ada fase awal memulai, jadikanlah awal kiprah kerelawan di lokasi bencana sebagai ajang pembelajaran yang berharga!Cobalah untuk ikut pelatihan kebencanaan untuk membekali diri dengan kemampuan dan pengetahuan dasar.

5.  Kenali potensi diri dan ambil peran

Apa yang akan kita lakukan di lokasi bencana? Kontribusi apa yang bisa kita berikan untuk membantu disana? Hal itulah yang sangat penting untuk kita pertimbangkan. Turun ke lokasi bencana juga butuh bekal skill dan kemampuan, tak bisa seenaknya datang tanpa tahu apa yang mampu kita kontribusikan. Kita yang berlayat belakang ilmu kesehatan bisa jadi menjadi tim medis lapangan, kita yang pernah ikut pelatihan SAR bisa jadi bantu Tim Rescue,kita yang punya keahlian fotograf bisa jadi relawan dokumentasi, pokoknya apapun latar belakang dan pengalaman kita, pastikan kita mampu memposisikan peran di lapangan.

6.  Bangun komunikasi dengan lembaga kerelewanan di lokasi bencana

Nah, sebelum menjadi relawan di lapangan, pastikan dulu dengan lembaga atau komunitas apa kita akan bersinergi dan berkolaborasi. Lakukanlah koordinasi dan komunikasi, jangan sampai nekad pergi tanpa tahu informasi, semua itu agar memudahkan langkah kita nanti, karena berjuang untuk kemanusiaan tak bisa seorang diri!

7.  Pastikan Kita Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan dan Masyarakat

Menjadi relawan di lokasi bencana menuntut kita untuk menjadi seorang yang mudah beradaptasi, mengapa? Saat kita mampu beradaptasi dan memahami kondisi lingkungan dan masyarakat, maka semakin mudah pula kita untuk merintis aksi dan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan mereka. Tak hanya berperan sebagai relawan, saat kita mampu berbaur dengan masyarakat, hubungan kekeluargaan pun dapat terbangun dengan mudahnya.

8.  Siapkan diri dengan berbagai kemungkinan darurat

Kondisi di lokasi bencana tidak sama dengan kondisi saat normal. Segala kemungkinan akan bencana susulan bisa saja terjadi,Maka, sebagai relawan di lapangan, kita harus membekali diri dengan kesiagsiagaan menghadapi kondisi darurat. Serta, jangan lupa untuk selalu menggunakan  peralatan dan perlindungan diri.

9.  Siapkan diri untuk bersinergi dan berbaur dengan siapapun

Relawan itu harus pandai membawa diri, jangan arogan apalagi menutup diri. Selain menjadi ajang menolong sesama, menjadi relawan di lokasi bencana juga akan mempertemukan kita dengan banyak kawan relawannya lainnya, saatnya untuk memperluas jaringan dan membangun sinergi.

10.  Jangan bawa ego lembaga atau ego komunitas

Jika kita turun ke lapangan sebagai delegasi atau perwakilan sebuah lembaga atau komunitas, maka ingatlah untuk tidak membawa ego lembaga saat sedang beraksi dan berkolaborasi dengan relawan lain di lapangan. Semua relawan bergerak untuk kepentingan kemanusiaan tak boleh ada kepentingan golongan yang mencederai. Semua relawan yang bergerak di lokasi bencana semua berada di bawah naungan BENDERA KEMANUSIAAN DAN KORPS KERELAWANAN

11.  Bagikan pengalaman kerelawanan untuk menggerakan

Setelah menjadi relawan di lokasi bencana, tentu banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang kita dapatkan, jangan lupa untuk membagikan pengalaman tersebut agar lebih banyak orang yang tergerak.

Kira-kira apalagi yah hal yang harus kita persiapkan sebelum jadi relawan di lokasi bencana?

Jikapun belum siap jadi relawan yang turun langsung ke lokasi bencana, kita masih bisa ikut berperan dan memberikan kontribusi nyata, Sekolah Relawan mengajak kawan-kawan untuk bergotong royong bersama dan satukan kekuatan membantu para korban!




  • Bagikan Artikel